Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

BEM UI Gelar Aksi "Menuju Indonesia Bangkrut" Hari Ini, Bundaran HI Masih Lengang

Editor :  hendra
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Suasana Bundaran HI dan sekitar Masih Tampak Lengang (foto: Luki Setiawan/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Menjelang aksi demonstrasi besar-besaran yang akan digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026), situasi di lokasi terpantau masih normal dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 09.30 WIB, arus lalu lintas di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Bundaran HI masih ramai lancar. Kendaraan yang melintas dari arah Jalan Jenderal Sudirman menuju Bundaran HI maupun sebaliknya belum mengalami hambatan berarti.

Aktivitas para pekerja yang berkantor di sekitar kawasan Bundaran HI juga terlihat berlangsung normal. Namun demikian, aparat kepolisian gabungan telah mulai bersiaga untuk mengantisipasi jalannya aksi unjuk rasa yang dijadwalkan dimulai pukul 13.00 WIB.

Baca Juga : Polisi Sebut Demo BEM UI Belum Kantongi Surat Pemberitahuan Resmi

Sejumlah personel dari Brimob, Sabhara, hingga anggota kepolisian berpakaian preman tampak telah ditempatkan di sejumlah titik strategis. Beberapa kendaraan taktis, termasuk mobil water cannon, juga sudah disiagakan di sekitar lokasi aksi.

Diketahui, BEM UI akan menggelar aksi demonstrasi bertajuk "Menuju Indonesia Bangkrut" sebagai bentuk kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah. Menjelang aksi tersebut, Ketua BEM UI, Yatalathof Ma'shum Imawan, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi kemacetan yang ditimbulkan selama demonstrasi berlangsung.

"Teruntuk warga di Jakarta utamanya di sekitaran Bundaran HI, kami ingin memohon maaf atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang akan terjadi esok hari," ujar Yatalathof dalam keterangannya.

Baca Juga : Audensi dengan Pimpinan DPR, BEM UI Minta Pembentukan Tim Investigasi soal Dugaan Makar

Menurutnya, kemacetan yang terjadi akibat aksi unjuk rasa hanya bersifat sementara. Ia menilai terdapat persoalan yang lebih besar yang tengah dihadapi masyarakat.

"Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas hanya berlangsung beberapa jam. Di sisi lain, kemacetan mobilitas sosial, kemacetan lapangan kerja, dan kemacetan masa depan yang dipaksakan sistem ini kepada rakyat itu sudah jauh lebih lama berlangsung selama puluhan tahun dan tidak ada tanda-tanda akan berhenti sendiri," katanya.

Dalam aksi tersebut, BEM UI mengusung lima tuntutan utama kepada pemerintah, yakni:

Baca Juga : Ratusan Warga Dairi Gelar Aksi Tolak Izin Lingkungan Baru PT DPM, Kantor DPRD Kosong ​

  • Menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
  • Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).
  • Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
  • Menghentikan praktik militerisme di ranah sipil.
  • Mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak dari berbagai persoalan yang terjadi.

Hingga menjelang siang, aparat keamanan terus melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi meningkatnya jumlah massa yang diperkirakan akan memadati kawasan Bundaran HI.

(LS/Nusantaraterkini.co)