Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Audensi dengan Pimpinan DPR, BEM UI Minta Pembentukan Tim Investigasi soal Dugaan Makar

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Gabungan mahasiswa BEM SI bersama organisssi Cipayung Plus beraudensi dengan pimpinan DPR untuk menyampaikan tuntutan aspirasi terkait aksi demonstrasi yang terjadi pekan lalu berujung kerusuhan disertai penjarahan.

Dalam pantauan Nusantaraterkini.co dilokasi, diskusi antara Gabungan BEM SI dan Organisasi Cipayung plus dan pimpinan DPR mulai pukul 14.00 WIB diruang Abdul Muis, Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (3/9/2025).

Baca Juga : Presiden BEM Unisba Tuding Aparat Serbu Kampus Membabi Buta

Pimpinan DPR yang hadir yakni Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Saaf Mustofa dan Cucun Ahmad Syamaurijal.

Perwakilan BEM di wakilkan oleh Ketua BEM UI Agus Setiawan meminta adanya pembentukan tim investigasi menindaklanjuti kekerasan dalam demonstrasi. 

"Saya ingin ada pembentukan tim investigasi yang independen untuk mengusut tuntas berbagai kekerasan yang terjadi berlangsung sepanjang bulan Agustus ini," kata Agus. 

Ia menyinggung pernyataan Presiden Prabowo terkait dugaan makar dalam aksi yang memicu kerusuhan. 

Baca Juga : FABEM Sumut Desak OJK Tolak Calon Komisaris Utama Bank Sumut Usulan Bobby Nasution

Ia juga meminta hal ini diusut tuntas karena merugikan massa yang benar-benar menyuarakan aspirasinya. 

"Juga dengan dugaan makar yang keluar dari mulut Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kami ingin tim investigasi ini mengusut tuntas semuanya sehingga apa yang disampaikan Bapak Presiden dapat dibuktikan karena kami dari gerakan merasa dirugikan dengan statement tersebut," ungkapnya. 

BEM UI juga menyoroti tunjangan anggota Dewan yang fantastis. 

Ia mempertanyakan apakah hal itu sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat saat ini. 

Baca Juga : Papan Bunga Bernarasi Penangkapan Bembeng Terpajang Didekat Area Polres Binjai

"Yang kedua, berkaitan dengan permasalahan, kami sebagai bagian daripada warga negara yang sebenarnya khawatir kira-kira kita ke depan itu kondisi ekonominya seperti apa ya?" kata Agus. 

"Di tengah masyarakat rentan, menderita, di-PHK, ekonomi lesu, daya beli masyarakat menurun, kok bisa ada wakil rakyat yang justru kabarnya tunjangannya dinaikkan dan ketika ada kabar tersebut terjadi simbolisasi joget-joget dan kemudian membuat hati kami sedih, Bapak-bapak sekalian," tegasnya.

 (cw1/nusantaraterkini.co)