Nusantaraterkini.co, MEDAN - Sebuah pesan singkat mengenai akan adanya aksi anarkis hingga membawa senjata tajam yang dilakukan massa pendemo tersebar melalui broadcast whatsapp grup.
Dalam broadcast yang tersebar di grup WhatsApp warga ini, tertulis imbauan kepada warga untuk menghindari sejumlah kawasan yang dianggap menjadi zona merah.
"Redzone di tempat Medan Area, Cemara, Pancing, MMTC, Citraland Gama City. Itu uda redzone banget ya ges ya. bawa golok, parang dan senjata tajam lainnya," isi yang tersebar di sejumlah grup whatsapp warga.
Baca Juga : Doa Bersama Polda Sumut: Satukan Hati dalam Kebhinekaan untuk Bangsa
Selain itu, dalam pesan tersebut juga tertulis "Yang zona kuning aku bisa berasumsikan daerah Johor sana, daerah Binjai, sama Tanjung Morawa,".
Akibat banyaknya pesan broadcast yang menyebar ke sejumlah grup whatsapp ini, sejumlah warga pun mengalami kepanikan hingga ketakutan.
Fitri, salah seorang warga mempertanyakan kebenaran isi pesan broadcast yang beredar di grup whatsapp kantornya tersebut.
"Benar gak pesan ini ya, kalau benar cemana lah nanti aku mau pergi kerja," ujarnya, Senin (1/9/2025) siang.
Baca Juga : Unjuk Rasa di Sumut Dituding Penuh Kekerasan, Cipayung Plus Minta Copot Kapolri dan Kapolda Sumut
Sementara itu, menanggapi adanya pesan broadcast yang menebar ketakutan di tengah-tengah masyarakat Kota Medan ini, Polda Sumatera Utara (Sumut) pun angkat bicara.
Saat dihubungi Nusantaraterkini.co melalui telphone whatsappnya, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan menyatakan jika pesan tersebut bisa dipastikan Hoax yang sengaja disebar untuk membuat keresahan serta ketakutan di tengah masyarakat.
"Bisa dipastikan pesan itu Hoax, dan untuk saat ini Polri khususnya Polda Sumut terus melakukan upaya menjaga keamanan bagi masyarakat dari gangguan keamanan," katanya.
Namun, apabila ditemukan adanya tindakan yang mengarah anarkis dan mengancam keselamatan warga, Kabid Humas mengimbau kepada masyarakat untuk dapat segera melaporkan kepada pihak kepolisian.
Baca Juga : Demo di Sumut Diduga Penuh Kekerasan, Cipayung Plus: Copot Kapolri dan Kapolda Sumut
"Kalau pun misalnya ada ditemukan tindakan yang mengarah ke kriminal, warga bisa langsung melaporkannya kepada polisi. Sehingga kita dapat langsung mengambil tindakan," ungkapnya.
Sementara itu, hingga kini aksi gelombang demonstrasi yang dilakukan sejumlah element masyarakat masih terus terjadi di beberapa kawasan yang ada di kota medan.
Salah satunya terjadi di depan Kantor DPRD Sumut, Polda Sumut serta di depan Lapangan Merdeka Medan.
(Cw4/nusantaraterkini.co)
