nusantaraterkini.co, JAKARTA – Sekolah North Jakarta Intercultural School (NJIS) di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, digemparkan oleh ancaman teror bom pada Selasa (7/10/2025). Ancaman itu dikirimkan melalui pesan WhatsApp oleh seseorang yang meminta tebusan sebesar 30.000 dolar AS dalam bentuk bitcoin.
Jika permintaan itu tidak dipenuhi, pelaku mengancam akan meledakkan bom di lingkungan sekolah. Pesan tersebut diketahui dikirim dari nomor dengan kode internasional +234, yang berasal dari Nigeria.
“Benar, kami menerima laporan adanya ancaman bom di sekolah NJIS Kelapa Gading,” ujar Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra, saat dikonfirmasi, Rabu (8/10/2025).
Baca Juga : Debu Proyek Sekolah Rakyat di Padangsidimpuan Mengkhawatirkan Kesehatan Siswa
Menurut Seto, tim gabungan dari Polsek Kelapa Gading dan Gegana Brimob langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penyisiran di seluruh area sekolah. Setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, tidak ditemukan benda mencurigakan.
“Sudah kami cek ke seluruh area sekolah, hasilnya nihil. Situasi aman dan proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa,” jelasnya.
Meskipun ancaman itu terbukti palsu, polisi tetap menindaklanjuti kasus tersebut. Penyelidikan kini difokuskan pada alamat dompet kripto (wallet address) yang disertakan oleh pelaku dalam pesan ancaman.
Baca Juga : Komisi X Apresiasi Penurunan Angka Putus Sekolah, Pemerintah Diminta Tak Cepat Puas
“Kami sudah berkoordinasi dengan Vice Chairman of Crypto Asset, Mohammad Naufal Alvira, serta melakukan pengecekan ke 30 crypto exchange resmi di Indonesia. Hasilnya, wallet address yang disebutkan tidak valid dan tidak ditemukan di sistem lokal,” kata Seto.
Kasus NJIS ini menambah daftar sekolah internasional yang mendapat ancaman serupa. Sehari sebelumnya, Mentari Intercultural School di Parigi Baru, Tangerang Selatan, dan Jakarta Nanyang School (JNY) di kawasan BSD City juga menerima pesan teror yang identik menggunakan nomor Nigeria dan meminta tebusan dalam bitcoin.
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Victor Inkiriwang membenarkan hal tersebut. “Ancaman diterima pihak sekolah pada Selasa pagi. Polanya sama seperti kasus di Kelapa Gading,” ungkap Victor.
Pihak kepolisian kini tengah menelusuri kemungkinan bahwa serangkaian ancaman itu dilakukan oleh jaringan atau pelaku yang sama.
(Dra/nusantaraterkini.co).
