Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Binjai Darurat Begal, Warga Kirim Papan Bunga ke Polres Binjai: Minta Kapolri dan Kapolda Sumut Turun Tangan

Copot Kasat Reskrim dan Kapolres Binjai

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi papan bunga minta copot Kasat Reskrim dan Kapolres Binjai. (Foto: Dok AI)

Nusantaraterkini.co, BINJAI – Gelombang keresahan warga terhadap maraknya aksi begal di Kota Binjai semakin memuncak. Sejumlah papan bunga berisi kritik dan permintaan bantuan kepada Listyo Sigit Prabowo serta Whisnu Hermawan Februanto terlihat terpasang di sekitar Mapolres Binjai, Senin (11/5/2026) malam.

Papan bunga tersebut dikirim warga sebagai bentuk kekecewaan terhadap kinerja Satreskrim Polres Binjai dan Kapolres yang dinilai belum mampu menekan angka kejahatan jalanan, khususnya kasus begal yang belakangan meresahkan masyarakat.

Aksi ini juga dipicu kasus pembegalan yang menimpa seorang pelajar bernama Yudha. Korban disebut kehilangan sepeda motor Honda Vario dan sejumlah barang berharga setelah diserang kawanan begal. Tidak hanya itu, korban juga mengalami luka serius di bagian tangan akibat sabetan senjata tajam.

Baca Juga : Begal Kian Brutal di Binjai, Politisi PAN Fithri Mutiara Harahap Desak Polres Binjai Bertindak Tegas

Warga dan driver ojol Kirim papan bunga minta pertolongan atas maraknya akai begal di Kota Binjai, Senin (11/5/2026) malam.

Selain warga, dukungan protes juga datang dari komunitas Ojol Bersatu Binjai. Mereka turut memasang papan bunga bertuliskan “Binjai Darurat Begal” sebagai bentuk keresahan para pengemudi ojek online yang kini merasa tidak aman saat bekerja.

Seorang driver ojol berinisial SA yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku mulai membatasi jam operasional demi menghindari aksi kriminal di jalanan.

“Biasanya saya sudah mulai narik sejak pagi untuk antar anak sekolah atau pekerja kantoran. Tapi sekarang jadi takut karena kasus begal makin sering terjadi,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga : Modus Baru Begal Bermobil di Binjai Terbongkar, Tiga Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Menurutnya, kondisi keamanan yang memburuk juga berdampak langsung terhadap pendapatan para driver ojol. Banyak pengemudi memilih berhenti beroperasi lebih awal demi keselamatan.

“Kalau malam sekarang paling sampai jam delapan malam saja. Takut jadi korban begal, soalnya Binjai sekarang lagi darurat begal. Pelaku begal dimana-mana,” katanya.

Ia juga menilai kondisi keamanan di Kota Binjai saat ini jauh berbeda dibanding beberapa tahun lalu. Kasus kejahatan jalanan disebut semakin sering terdengar dan membuat masyarakat resah.

Baca Juga : Heboh Foto Begal Binjai Diduga Tak Sesuai dengan Pelaku Asli, Ini Kata Kapolres Binjai

Warga dan komunitas ojol pun mendesak Kapolda Sumut untuk mengevaluasi kinerja jajaran Polres Binjai, termasuk Kasat Reskrim dan Kapolres Binjai.

Mereka berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas dan efektif agar aksi kriminalitas jalanan dapat ditekan serta rasa aman masyarakat kembali pulih.

"Kami harap Kapolri dan Kapolda evaluasi kinerja Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Binjai. Kalau perlu, copot, ganti dengan personel yang memang benar-benar bekerja, bukan sekedar pencitraan semata," ujarnya.

Baca Juga : Tak Terima Anaknya Dianiaya, Orang Tua Pelajar di Binjai Tempuh Jalur Hukum

(Dra/nusantaraterkini.co).