Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Perum Bulog Kanwil Sumatera Selatan (Sumsel) dan Bangka Belitung menggelar operasi pasar dengan menyediakan 600 liter MinyaKita seharga Rp15.500 per liter di Pasar Lemabang, Palembang, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat serta menstabilkan harga minyak goreng di pasaran.
Baca Juga : Bulog Sumsel Babel Serap 99.466 Ton Beras Petani hingga Juni 2026
"Kita ada operasi pasar bersama tim dinas. Di operasi pasar ini kita menjual Minyakita. Kita bawa 50 dus atau 600 liter," ujar Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel, Ihsan.
Baca Juga : Bulog: Cuaca dan Minimnya Dryer Hambat Penyerapan Gabah di Sumsel
Ihsan menjelaskan, dalam operasi pasar ini setiap pembeli dibatasi maksimal dua liter, hal ini agar terjadi pemerataan distribusi.
Bulog saat ini tengah menyusun jadwal kegiatan lanjutan karena tingginya permintaan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan yang biasanya mencapai tiga hingga empat kali dalam sepekan di sejumlah lokasi berbeda.
Baca Juga : Amankan Stok dan Distribusi Minyakita, Pemprov Sumut Koordinasi dengan Produsen, Distributor dan Pemantau
"Tujuan operasi pasar seperti ini, supaya masyarakat tetap bisa menikmati Minyakita dengan harga murah. Jadwalnya lagi kita susun. Biasanya setiap minggu ada permintaan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Perdagangan," katanya.
Baca Juga : Minyakkita Melesat Lewati HET, Komisi VI DPR: Harus Ada Pengawasan Ketat
Selain operasi pasar, Bulog juga mendistribusikan Minyakita ke pasar-pasar binaan SP2KP serta menurunkan tim untuk memantau harga di lapangan agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Terkait harga di pasaran yang terpantau melewati Harga Eceran Tertinggi (HET), pihak Bulog memberikan perhatian khusus dengan rutin menurunkan tim pemantau.
“Itu tetap akan kita pantau terus. Tentu saja itu jadi perhatian kita karena melewati HET. Kita tetap menurunkan tim untuk memantau harga-harga, terutama di pasar binaan kita di SP2KP, Lemabang, dan KM 5,” imbuhnya.
Kehadiran pasar murah ini disambut baik oleh warga sekitar, termasuk para pekerja sektor informal.
Senen, salah satu pengemudi becak mengaku sangat terbantu karena bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar pada umumnya.
“Ngerasa terbantu sekali kami sebagai tukang becak ini,” ungkap Senen.
Senada dengan Senen, pengemudi becak lainnya bernama Sumarang menaruh harapan besar agar program serupa dapat dilakukan secara rutin oleh pemerintah.
Hal ini dinilai efektif dalam meringankan beban ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Palembang.
“Ya harapannya kalau bisa setiap hari ada yang murah-murah seperti ini,” tutupnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
