Nusantaraterkini.co, Medan - Cipayung plus menggelar Mimbar Rakyat di titik nol Kota Medan, Kamis (18/7/2024).
Dalam aksi tersebut, Cipayung Plus menyoroti kinerja Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution yang sudah santer akan maju sebagai Calon Gubernur Sumut.
“Mimbar rakyat adalah hak berekspresi yang bisa dilakukan untuk memberikan kontrol terhadap suatu kebijakan, kali ini kami Cipayung plus berada disini untuk berekspresi dengan kenirja wali kota Medan saat ini,” kata ketua GMNI, Andreas silalahi.
Baca Juga : Cipayung Plus Asahan Gelar Aksi Damai di DPRD Asahan, Tuntut Transparansi dan Keadilan
Kendati demikian, Walikota Medan Perlu dinilai sejauh mana dia berkembang, sejauh mana rakyat menilai Bobby Nasution selama menjabat, hal inilah yang membuat kami bergerak.
“Maka dari itu kami sebagai organisasi turut aktif dalam mengawal kebijakan Walikota Medan dalam upaya peyelamatanKepentingan masyarakat,” tuturnya.
Baca Juga : Ketua DPRD Madina Makan Nasi Bungkus Bersama Ratusan Mahasiswa Cipayung Plus
Selain menuntut percepatan pembangunan inverastruktur yang dinilai mereka gagal.
Menagih Janji Realisasi Kampanye Bobby Nasution
Janjin kampanye Bobby Nasution pada saat kampanye menjadi Walikota Medan belum sepenuhnya terealisasikan.
Baca Juga : Dispora Sumut Rancang Sport Center Jadi Kawasan Kota Baru Berbasis Bisnis
Banjir masih melanda disejumlah Kota Medan terkhusus masyarakat Medan Belawan masih terdampak banjir, akibat tidak berfungsinya drainase di wilayah tersebut.
Mempertanyakan janji kampanye dan tanggung jawab Bobby Nasution terkait Medan Bersinar (Bersi dari Narkoba).
"Hari ini kami rasakan kota terbesar Nomor tiga se-Indonesia ini, masih maraknya narkoba yang sangat bebas dijual belikan ke masyarakat. Ini membuktikan ketidak seriusannya Bobby Nasution dalam menjalankan amanatnya sebagai Walikota Medan," bebernya.
Baca Juga : Polda Sumsel Sita 11.443 Ekstasi dan 1,3 Kg Sabu Siap Edar di Palembang Lewat Ekspedisi Resmi
Medan Zoom yang terlantar sehingga harimau mati
Dalam aksi nya Cipayung plus membeberkan Taman Naga satwa itu buruk dalam pengelolaannya menyebabkan hewan yang berada di dalamnya mati karna buruknya pengelolaan yang dilakukan Pemko Medan.
“Itu tuntutan pokok kami dari 9 tutun yang kami sampaikan di Mimbar Rakyat. Ini bentuk kegelisahan kami Kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution,” Pungkasnya.
(cw3/nusantaraterkini.co)
