Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dokter Spesialis di RI Minim, Legislator: Ini PR di Bidang Kesehatan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Nurhadi (Foto: istimewa)

Dokter Spesialis di RI Minim, Legislator: Ini PR di Bidang Kesehatan

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Presiden Jokowi menyoroti kekurangan dokter spesialis di Indonesia.

Baca Juga : Prabowo: Pendidikan Dokter, Perawat, Paramedis akan Dibiayai Negara, Beasiswa Penuh

Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia pada 2019, rasio dokter spesialis di Indonesia hanya 0,47 per 1.000 penduduk. Peringkat ketersediaan dokter spesialis pun berada di urutan ke-147.

Baca Juga : dr. Azizy Gladylola Mastura, Jejak Bakti Sang Putri Jenderal

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi bilang, problem kurangnya dokter umum dan dokter spesialis di Indonesia sebenarnya sudah lama didiskusikan, dan itu pekerjaan rumah (PR) semua pihak termasuk Komisi IX DPR dan Kemenkes di bidang kesehatan.

Terlebih, Rasio dokter spesialis 0,47 per 1.000 penduduk di Indonesia yang disampaikan oleh Jokowi itu sebenarnya masih lebih baik dibandingkan bila semua pihak melihat rasio keberadaan dokter spesialis yang ada di daerah.

Baca Juga : Komisi X DPR Minta PPDB dan Penerimaan Mahasiswa Baru Lebih Transparan dan Berkeadilan

"Saya mendukung bila pemerintah segera membuat rencana induk nasional di bidang kesehatan, dan kurangnya dokter umum - dokter spesialis menjadi isu krusial nasional yang harus dicarikan solusi dengan cepat dan baik," kata Nurhadi kepada Nusantaraterkini.co, Kamis (25/4/2024).

Baca Juga : Revisi UU Polri, DPR Dukung Perpanjangan Masa Pensiun hingga 60 Tahun

Lebih lanjut legislator NasDem menilai, rencana induk nasional tentu akan menjadi guideline yang menjadi aturan, panduan dan alarm agar arah pembangunan di bidang kesehatan yang meliputi infrastruktur, tenaga medis bisa berjalan lurus, akseleratif berdasar pada problem eksisting beserta penanganannya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyoroti minimnya jumlah dokter spesialis di Indonesia.

Baca Juga : Dorong Penguatan RSUD Bachtiar Djafar, Pemko Medan Prioritaskan Pemenuhan Dokter Spesialis

Ia pun mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2019 yang mencatatkan rasio dokter spesialis di Indonesia hanya 0,47 per 1.000 penduduk.

Jokowi menilai kondisi itu menjadi salah satu masalah terbesar bagi dunia kesehatan nasional.

Baca Juga : PPDS Hospital Based, Kemenkes Tetapkan RS Adam Malik Ditetapkan Sebagai RSPPU

"Rasio dokter kita masih 0,47, rankingnya 147 dunia, rankingnya seperti itu, kita harus tahu. Ini yang akan kita kejar," kata Jokowi.

(cw1/nusantaraterkini.co)