Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

DPR Dorong Percepatan Pembangunan Flyover Bekasi Usai Tragedi Maut Argo Bromo Anggrek dan KRL

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Komisi V DPR, Sudjatmiko sidak bersama perwakilan PU ke daerah Bekasi Mengecek Kondisi Perlintas Sebidang KA, Sabtu (23/5/2026). (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR, Sudjatmiko menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan flyover dan penataan perlintasan sebidang di kawasan Stasiun Bekasi dan Bekasi Timur pasca kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line jurusan Cikarang pada 27 April 2026.

Menurutnya, tragedi tersebut menjadi peringatan serius bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT KAI dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera menyelesaikan persoalan perlintasan sebidang yang selama ini dinilai rawan kecelakaan.

Baca Juga : KAI Pastikan Pendampingan Korban Tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek

“Kecelakaan beruntun yang diawali insiden taksi Green SM di perlintasan sebidang hingga berujung tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL arah Cikarang menunjukkan bahwa kawasan Bekasi membutuhkan rekayasa transportasi yang lebih modern dan aman. Pembangunan flyover tidak bisa lagi ditunda,” ujar Sudjatmiko, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga : Rieke Pitaloka: Kecelakaan Kereta Tak Cukup Dievaluasi, Sistem Harus Dirombak

Berdasarkan kronologi yang dihimpun dari sejumlah laporan dan keterangan resmi, kecelakaan bermula saat sebuah taksi mengalami insiden di jalur perlintasan dekat Bekasi Timur sehingga mengganggu operasional KRL.

Dalam kondisi jalur terganggu tersebut, KRL yang berhenti kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

Baca Juga : Diplomasi Parlemen: Strategi DPR RI Menjadi Jembatan Perdamaian di Tengah Gejolak Global

Data terbaru menyebutkan insiden itu mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, perjalanan kereta di lintas Bekasi–Cikarang sempat lumpuh selama proses evakuasi berlangsung.

Baca Juga : Kurniasih Mufidayati: Pendidikan Bukan Sekadar Sistem, Tapi Investasi Masa Depan Bangsa

Sudjatmiko menilai tingginya kepadatan kendaraan dan frekuensi perjalanan kereta di wilayah Bekasi membuat keberadaan perlintasan sebidang menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.

Ia menegaskan Komisi V DPR RI akan mendorong dukungan anggaran dan pengawalan kebijakan agar pembangunan flyover maupun underpass di titik rawan kecelakaan dapat diprioritaskan dalam program nasional transportasi.

“Kita tidak boleh menunggu jatuh korban berikutnya. Bekasi adalah salah satu simpul transportasi tersibuk di Jabodetabek. Infrastruktur keselamatan harus menjadi prioritas utama negara,” tegasnya.

Selain pembangunan infrastruktur, Sudjatmiko juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap sistem persinyalan, koordinasi pengamanan perlintasan, serta percepatan eliminasi perlintasan sebidang sesuai amanat keselamatan transportasi nasional.

Ia turut mengapresiasi kerja cepat Basarnas, BPBD, kepolisian, tenaga kesehatan, dan petugas PT KAI dalam proses evakuasi korban di tengah kondisi sulit.

Menurutnya, tragedi Bekasi harus menjadi momentum evaluasi nasional terhadap keselamatan transportasi perkeretaapian, terutama di kawasan perkotaan dengan tingkat kepadatan tinggi seperti Jabodetabek.

“Modernisasi transportasi bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga soal keselamatan nyawa masyarakat. Negara harus hadir memastikan tragedi serupa tidak terulang,” tutup Sudjatmiko.

(LS/Nusantaraterkini.co)