Nusantaraterkini.co, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) intensif mendampingi korban tabrakan KRL Argo Bromo Anggrek 17 masih dirawat, layanan klaim, trauma healing disiapkan.
VP Corporate Communication PT Kereta Api Indonesia (KAI), Anne Purba, mengatakan pihaknya terus memantau kondisi seluruh korban, baik yang masih dirawat maupun yang telah kembali ke rumah.
Baca Juga : Pascatragedi Bekasi Timur, KAI Jamin Pendampingan dan Klaim Biaya Korban
“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ujar Anne, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga : Rieke Pitaloka: Kecelakaan Kereta Tak Cukup Dievaluasi, Sistem Harus Dirombak
KAI juga membuka layanan klaim biaya pengobatan mandiri bagi para korban. Proses klaim dilakukan setelah dokumen dinyatakan lengkap dan dikoordinasikan dengan pihak asuransi, dengan estimasi waktu maksimal 21 hari kerja.
Selain itu, KAI menyediakan layanan trauma healing bagi korban dan keluarga. Pengajuan layanan dapat dilakukan melalui Posko Informasi Bekasi Timur atau call center 0812-9660-5747.
Baca Juga : Dini Rahmania: Geser Gerbong Wanita Bukan Jawaban Cegah Kecelakaan
Pendampingan diberikan melalui layanan telemedicine hingga tatap muka langsung.
Di sisi lain, sejumlah barang milik penumpang masih tercecer pascakecelakaan. KAI mencatat sebanyak 115 barang ditemukan di lokasi kejadian.
Baca Juga : Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur, Anggota DPR Minta Transparansi PT KAI
Dari jumlah tersebut, 61 barang telah dikembalikan kepada pemiliknya, sementara 54 barang lainnya masih menunggu untuk diambil di Stasiun Bekasi Timur.
“KAI menjamin setiap barang diproses melalui verifikasi yang cermat agar dapat kembali kepada pemilik yang berhak. Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan,” kata Anne.
Sementara itu, Pantauan di Stasiun Bekasi Timur menunjukkan suasana duka masih terasa. Sejumlah rangkaian bunga dan ucapan belasungkawa terus berdatangan dari masyarakat.
Selain penumpang yang beraktivitas, tampak pula warga yang datang khusus untuk melihat lokasi kejadian dan menyampaikan doa.
Salah seorang pengunjung, Neli Agustina (23), mengaku sedih melihat kondisi pascakecelakaan tersebut.
“Sedih sekali, semoga keluarga korban diberi ketabahan,” ujarnya.
Diketahui, insiden tabrakan terjadi pada Senin (27/4/2026) malam di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia.
(LS/ Nusantaraterkini.co)
