Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gedung Putih Ancam Serangan Dahsyat Jika Iran Tolak Kesepakatan Damai

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2026 ini menunjukkan sebuah bangunan yang hancur di area permukiman pascaserangan gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran di Teheran, Iran. (Foto: Xinhua/Shadati)

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan melancarkan serangan dahsyat jika Iran menolak untuk menjalin kesepakatan terkait perang AS-Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran, ungkap Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt pada Rabu (25/3/2026).

"Presiden Trump tidak menggertak dan dia siap melancarkan serangan yang dahsyat," tutur Leavitt dalam sebuah taklimat pers Gedung Putih.

Baca Juga : Swiss Siap Jadi Tuan Rumah Penandatanganan Damai AS-Iran, Jenewa Masuk Radar Diplomasi Dunia

"Segala bentuk kekerasan setelah ini, akan terjadi karena Iran menolak untuk mengerti bahwa mereka telah kalah dan menolak untuk menjalin kesepakatan," sambungnya. 

Baca Juga : AS Tetapkan Darurat Kelistrikan, Gelombang Panas Ekstrem Ancam Pasokan Listrik Pantai Timur

Meski begitu, Leavitt menolak mengungkapkan dengan pihak mana Washington tengah bernegosiasi terkait cara mengakhiri perang dengan Iran.

"Kami tidak akan memerinci negosiasi dan pembicaraan yang masih berlangsung ini karena, tentu saja, seperti yang dapat Anda bayangkan, hal itu merupakan pembicaraan diplomatik yang sangat sensitif," urai Leavitt.

Baca Juga : Penembakan di Dekat Gedung Putih: Satu Tersangka Tewas, Warga Kritis

Leavitt berpendapat perang yang meletus pada 28 Februari tersebut diperkirakan akan terus berlanjut selama empat hingga enam pekan.

Baca Juga : Meski Klaim Lawan Telah Hancur, Trump: AS Belum Siap Akhiri Konflik dengan Iran

"Tidak ada pembicaraan atau negosiasi antara Iran dan AS," ujar Esmail Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, dalam sesi wawancara eksklusif dengan India Today pada Rabu.

"Tidak ada pihak yang dapat memercayai diplomasi AS," tutur Baghaei, sembari mengatakan bahwa Iran memiliki pengalaman yang sangat buruk dengan diplomasi AS, yang tecermin dari serangan-serangan AS selama perundingan terkait isu nuklir di masa lalu.

Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp16.830 per Dolar AS, Bayang-Bayang Konflik Timur Tengah Kian Membesar

Ebrahim Zolfaghari, selaku juru bicara komando militer utama Iran, Markas Pusat Khatam al-Anbiya, menyampaikan AS sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri akibat perselisihan internal.

Baca Juga : IHSG Terkoreksi di Awal Pekan, Konflik Iran–AS Picu Tekanan Pasar Global

Zolfaghari mendesak AS agar berhenti menyamarkan kekalahannya sebagai kesepakatan.

"Kekuatan strategis yang dibanggakan oleh pihak musuh telah berubah menjadi kekalahan strategis," tandasnya. 

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua