Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Guru Besar Unpad: Hubungan Mega-Prabowo Bisa Rusak Imbas Instruksi Kepala Daerah Kader PDIP Tak Boleh Ikut Retreat

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Megawati dan Prabowo. (Foto: dok kompas)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Imbas penahanan Hasto Kristiyanto oleh KPK dan keluarnya instruksi Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk melarang kadernya yang telah dilantik menjadi kepala daerah ikut retreat bakal berimbas panjang dan dinilai bisa merusak hubungan antara Megawati dan Prabowo.

“Megawati menganggap kader-kadernya sebagai anaknya. Saya lihat instruksi agar kepala daerah dari PDIP menunda kedatangan ke retret karena terluka dengan penangkapan Hasto Kristiyanto. Apalagi, Prabowo sempat menunjukkan sikap menghargai Mega saat peringatan HUT ke-17 Gerindra,” kata Guru besar ilmu politik Unpad, Muradi, Senin (24/2/2025).

Menurut dia, penahanan Hasto bisa memperburuk hubungan Megawati dengan Prabowo. Apalagi jika muncul kesan Prabowo terus membiarkan PDIP diobrak-abrik oleh kekuatan eksternal.

“Bahkan bisa jauh lebih buruk dari hubungan Megawati dengan SBY,” sambung Muradi.

Baca Juga: Megawati Larang Kepala Daerah dari PDIP Ikut Retret, Pakar: Jangan Sampai Disalahartikan Bentuk Perlawanan Terhadap Negara

Padahal saat itu, kata dia, kesalahan SBY di mata Megawati hanya karena dianggap tidak jujur saat ditanyakan soal pencalonan menjelang Pilpres 2004. Sementara Prabowo, setelah sempat melontarkan pernyataan yang menghargai Megawati, justru terkesan membiarkan Hasto ditahan yang mengonfirmasi dugaan PDIP adanya pihak luar yang ingin mengintervensi internal partai.

Meski demikian, Muradi menyebut elite-elite PDIP tidak akan bertindak gegabah menjelang kongres pada April 2025 mendatang, dan masih menunggu itikad baik dari Prabowo.

“Kalau Prabowo terus acuh tak acuh, maka PDIP akan semakin sengit beroposisi,” imbuhnya.

Baca Juga: Ikuti Retret di Magelang, Komisi II Minta Kepala Daerah Dukung Semua Kebijakan Presiden Prabowo

Seperti diketahui, Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kader-kader PDIP yang baru saja dilantik jadi kepala daerah untuk tidak ikut serta dalam kegiatan retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah.

Instruksi itu tertuang dalam surat nomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang diterbitkan Kamis, 20 Februari 2025, atau tak lama setelah KPK memutuskan menahan Hasto Kristiyanto.

Setidaknya ada 112 kepala daerah dan 80 wakil kepala daerah dari PDIP yang memenangi Pilkada Serentak 2024, termasuk di antaranya Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung-Rano Karno serta Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali I Wayan Koster-I Nyoman Giri.

(cw1/nusantaraterkini.co)