Nusantaraterkini.co, Medan — Harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat di Sumatera Utara (Sumut) terpantau stabil sejak awal pekan ini, meski terjadi fluktuasi pada harga cabai merah dan daging ayam.
Gunawan Benjamin, seorang pengamat ekonomi, mengungkapkan bahwa kedua komoditas ini diperkirakan akan memutus tren deflasi yang berlangsung selama empat bulan terakhir.
Baca Juga : Warga dan Pedagang di Sibiru-biru Keluhkan Kenaikan Harga Bawang dan Tomat
Gunawan menjelaskan bahwa harga cabai merah di Kota Medan sempat mengalami kenaikan hingga mencapai 35 ribu per kilogram di awal pekan.
Baca Juga : Sidak Pasar Sukamoro, Pemkab Banyuasin Temukan Mie Basah dan Kerupuk Mengandung Formalin
Namun, kenaikan ini terhenti seiring dengan masuknya pasokan cabai merah dari luar Sumatera Utara.
Saat ini, harga cabai merah berkisar antara 28 hingga 32 ribu per kilogram, sedangkan di pasar yang lebih dekat dengan produsen, harganya dapat mencapai 26 ribu per kilogram.
Baca Juga : Jelang Nataru, Sejumlah Harga Komoditi di Binjai Mulai Merangkak Naik
"Dari hasil pemantauan, harga cabai merah di Jawa Timur saat ini berada di bawah 20 ribu per kilogram, yang membuat pasokan dari sana menghambat kenaikan harga di Sumut," ujar Gunawan kepada Nusantara terkini melalui WhatsApp messenger Jumat (25/10/2024).
Baca Juga : Pemprov Sumut Kembali Gelontorkan Cabai Merah, Hasilnya Sudah Mulai Kelihatan
Meskipun harga cabai merah terkendali, Gunawan memperkirakan bahwa cabai akan tetap menyumbang inflasi di Sumut pada bulan Oktober, dengan estimasi inflasi di bawah 0,25%. Selain cabai merah, harga minyak goreng curah juga berpeluang untuk mendorong inflasi di provinsi ini.
Di sisi lain, harga daging ayam juga mengalami kenaikan.
Baca Juga : Dispora Sumut Rancang Sport Center Jadi Kawasan Kota Baru Berbasis Bisnis
Di akhir bulan September, daging ayam dijual dengan harga terendah di kisaran 24 hingga 25 ribu per kilogram, kini harganya telah meningkat menjadi 26 hingga 28 ribu per kilogram, dengan beberapa penjual menawarkan harga hingga 30 hingga 33 ribu per kilogram.
Baca Juga : Polda Sumsel Sita 11.443 Ekstasi dan 1,3 Kg Sabu Siap Edar di Palembang Lewat Ekspedisi Resmi
Gunawan mencatat bahwa meskipun terdapat stabilitas pada harga kebutuhan pangan lainnya, sisi supply yang menurun untuk beberapa komoditas masih menjadi faktor dominan dalam inflasi bulan ini.
"Inflasi bulan Oktober diperkirakan akan memutus rentetan deflasi yang terjadi selama empat bulan sebelumnya. Meskipun begitu, kenaikan ini lebih dipengaruhi oleh kondisi supply yang melemah dan belum menunjukkan adanya pemulihan permintaan yang signifikan," tegas Gunawan.
Dengan perkembangan ini, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap perubahan harga kebutuhan pokok yang dapat mempengaruhi daya beli mereka dalam waktu dekat.
(Cw9/Nusantaraterkini.co)
