Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru menginstruksikan seluruh jajaran di daerah untuk bergerak aktif menyisir temuan kasus bibir sumbing secara masif.
Instruksi tersebut ditegaskan saat dirinya menghadiri bakti sosial operasi celah bibir dan langit-langit dalam rangka HUT Pemprov Sumsel ke-80 di Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) Palembang, Jumat (22/5/2026).
Baca Juga : Gubernur Sumsel Siapkan Seleksi Terbuka Guru SLB dan SMAN Hayza Nur Ilmi
“Terima kasih kepada para tenaga medis, relawan, sponsor, regisme, bakti sosial, dan Baznas yang telah membantu penanganan operasi bibir sumbing ini,” ujarnya saat diwawancarai.
Baca Juga : Herman Deru Targetkan SLB dan SMAN Hayza Nur Ilmi jadi Sekolah Unggulan di Sumsel
Deru menegaskan, perluasan bantuan kesehatan ini ke depannya tidak akan dikonsentrasikan untuk kelompok balita saja, melainkan juga terbuka bagi remaja hingga orang dewasa.
Baca Juga : Resmikan SLB dan SMA Negeri Hayza Nur Ilmi, Herman Deru Prioritaskan 50% Siswa Kurang Mampu
Melalui momentum ini, ia mengingatkan seluruh jajaran setempat agar sadar jika mereka harus layak melayani masyarakat secara langsung di lapangan, bukan sekadar bekerja di dalam lingkungan kantor saja.
"Saya sudah menginstruksikan agar kegiatan seperti ini terus disisir lagi di seluruh Sumatera Selatan. Bukan hanya untuk balita-balita, tetapi tidak menutup kemungkinan remaja dan orang dewasa juga akan kita bantu untuk operasi bibir sumbing dan lain-lain," tegasnya.
Baca Juga : Pekan Pertama Juni 2026, Pemprov Sumsel Cairkan Gaji Ke-13 untuk 30.588 ASN
Deru berharap melalui kegiatan di hari jadi provinsi ini, para aparatur sipil negara dapat semakin peka dan responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat.
Baca Juga : Tekan Risiko Fatal, Dinkes Sumsel Optimalkan Penanganan Operasi Bibir Sumbing
"Mudah-mudahan di tahun ini seluruh jajaran Pemprov makin menyadari bahwa kita menjadi pelayan masyarakat bukan hanya di jajaran kantor saja. Tetapi dalam setiap aktivitas, jajaran Pemprov harus sadar bahwa kita harus layak melayani masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama RSKGM Sumsel drg Novita Idayani menyebut, jumlah pendaftar pada kegiatan kali ini mencapai 30 orang.
"Pendaftar pada kegiatan kali ini ada 30 orang. Kasus bibir sumbing di Sumatera Selatan memang termasuk tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia. Setiap seribu kelahiran, ada sekitar 10 kasus yang mengalami kondisi tersebut," imbuhnya.
Dari hasil skrining medis, tercatat ada 3 pasien dewasa, 11 balita, dan 6 anak yang memenuhi kriteria untuk langsung dioperasi pada bakti sosial kali ini.
"Kegiatan operasi kali ini memiliki kriteria tertentu. Ada 3 pasien dewasa, 11 balita, dan 6 anak yang memenuhi kriteria operasi," tuturnya.
Adapun 10 pasien sisanya dilaporkan belum memenuhi kriteria tindakan, yakni karena faktor kesehatan, seperti kondisi bocor jantung, masih batuk, atau usia yang masih bayi.
Namun, pihak rumah sakit memastikan seluruh pasien tersebut akan dijadwalkan ulang agar tetap mendapatkan penanganan medis secara berkelanjutan.
"Ada 10 pasien yang belum memenuhi kriteria dan akan disusulkan. Yang belum memenuhi kriteria itu karena faktor kesehatan, ada yang mengalami bocor jantung, ada yang masih batuk, dan ada yang masih bayi sehingga belum bisa dioperasi," tuturnya.
Novita menegaskan seluruh manajemen rumah sakit berkomitmen penuh untuk menyelesaikan seluruh berkas pasien yang masuk demi menyukseskan program kesehatan daerah ini.
"Namun semuanya tetap akan dilanjutkan penanganannya karena ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan," tutupnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
