Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Resmikan SLB dan SMA Negeri Hayza Nur Ilmi, Herman Deru Prioritaskan 50% Siswa Kurang Mampu

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Gubernur Sumsel, Herman Deru meninjau SLB dan SMA Hayza Nur Ilmi Palembang, Jumat (12/6/2026). (Foto: dok pemprov sumsel)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru meresmikan Sekolah Luar Biasa (SLB) dan SMA Negeri Hayza Nur Ilmi Palembang pada, Jumat (12/6/2026).

Selain itu, Deru juga menginstruksikan agar sekolah baru tersebut mengalokasikan kuota di atas 50 persen bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu lewat jalur afirmasi.

Baca Juga : Gubernur Sumsel Siapkan Seleksi Terbuka Guru SLB dan SMAN Hayza Nur Ilmi

Ia menyebut, kebijakan Pemprov Sumsel yang terus mengalirkan bantuan subsidi berkala bagi para pelajar tingkat menengah atas sejak tahun 2018 tanpa perlu diekspos berlebihan.

Baca Juga : Herman Deru Targetkan SLB dan SMAN Hayza Nur Ilmi jadi Sekolah Unggulan di Sumsel

“Sejak 2018, setiap siswa SMA mendapatkan subsidi sekitar Rp70 ribu dan siswa SMK sekitar Rp100 ribu. Selama ini jarang saya sampaikan karena ini bukan alat politik. Ini adalah bentuk keadilan pendidikan,” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan Dinas Pendidikan Sumsel untuk merumuskan fleksibilitas ruang tampung bagi siswa yang tidak lolos seleksi di sekolah impian mereka demi mencegah putus sekolah.

Baca Juga : Pekan Pertama Juni 2026, Pemprov Sumsel Cairkan Gaji Ke-13 untuk 30.588 ASN

“Yang terpenting sekolah itu tetap berkualitas. Kita ingin memberi ruang agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan yang baik,” tegasnya.

Baca Juga : Gubernur Sumsel Pastikan Gaji ke-13 ASN Pemprov Cair Juni 2026

Bagi para pelajar berkebutuhan khusus (ABK), mantan Bupati OKU Timur ini, meminta jajaran pendidik memberikan pola pelayanan penuh kasih tanpa memunculkan stigma atau pelabelan sosial.

“Tidak boleh ada klasifikasi atau pelabelan khusus yang membuat perbedaan. Standar kelulusan dan kualitas pendidikan harus tetap sama. Yang membedakan hanya cara kita memberikan pelayanan dan pendampingan,” katanya.

Langkah penegerian institusi yang sebelumnya dikelola Yayasan Dharma Wanita ini diambil, demi menjamin hak keadilan dan pemerataan akses pendidikan yang setara di bumi Sriwijaya.

Dalam hal ini, Deru menyampaikan secara terbuka jika urusan pendidikan, serta kesehatan masyarakat haram dijadikan sebagai komoditas politik praktis.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel, Mondyaboni membeberkan jika legalitas pengalihan status hukum sekolah ini, tertuang dalam Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 232/KPTS/Tahun 2026 tertanggal 22 April 2026.

“Alhamdulillah sudah ditandatangani oleh Pak Gubernur. Kami mengucapkan banyak terima kasih atas hal ini,” imbuhnya.

Ia menjelaskan jika lembaga pendidikan yang berdiri di atas lahan seluas 3,5 hektare ini, terbagi atas porsi 2 hektare untuk SMA dan 1,5 hektare untuk fasilitas operasional Sekolah Luar Biasa.

Saat ini, SMA Negeri Hayza Nur Ilmi mengasuh sekitar 200 siswa, sedangkan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi memiliki sekitar 264 murid dari berbagai tingkatan jenjang.

“Sesuai arahan Pak Gubernur, SMA Hayza Nur Ilmi menerima lebih dari 50 persen peserta didik dari jalur afirmasi atau keluarga kurang mampu. Hal ini untuk memprioritaskan anak-anak kurang mampu di Sumatera Selatan agar mendapatkan pendidikan yang layak dan setara dengan anak-anak lainnya,” jelasnya.

Ia memproyeksikan institusi baru ini akan mengadopsi kurikulum kekhususan yang mengedepankan pendekatan nilai keimanan dan ketakwaan peserta didik.

“Kami juga berharap bantuan Pak Gubernur untuk memfasilitasi pemilihan guru-guru yang kompeten di Sumatera Selatan agar menjadi tenaga pengajar di sekolah ini sehingga dapat menjadi sekolah yang diidam-idamkan oleh orang tua dan wali murid,” ucap dia.

(Tia/Nusantaraterkini.co)