Nusantaraterkini.co, Jakarta - Awal perdagangan hari ini. Selasa (1/7/2025) indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 26,457 poin atau 0,38% ke level 6.954,136 di pasar spot.
Penguatan IHSG ini disokong sebagian besar indeks sektoral. Sektor dengan penguatan terbesar dicetak IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang melonjak 1,54%.
Disusul, IDX Sektor Barang Baku, IDX Sektor Teknologi dan IDX Sektor Infrastruktur.
Baca Juga : IHSG Berhenti Menguat, Investor Asing Lepas Saham Perbankan dan Komoditas
Berikutnya, IDX Sektor Properti dan Real Estate, IDX Sektor Energi dan IDX Sektor Keuangan.
Sementara itu, IDX Sektor Transportasi dan Logistik menjadi sektoral dengan pelemahan terdalam setelah turun 0,52%.
Kemudian ada IDX Sektor Kesehatan, IDX Sektor Perindustrian dan IDX Sektor Barang Konsumen Primer.
Baca Juga : IHSG Berpeluang Lanjut Rebound, MNC Sekuritas Soroti AMMN, BIPI, MINA dan WIFI sebagai Pilihan Cuan
Top gainers LQ45 pagi ini terdiri dari:
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) naik 4,66%
PT Merdeka Battery Minerals Tbk (MBMA) naik 3,48%
PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) naik 3,05%
Top losers LQ45 pagi ini adalah:
PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) turun 0,99%
PT United Tractors Tbk (UNTR) turun 0,93%
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun 0,93%
Analis Pasar: IHSG Berpotensi Terkoreksi dengan Level Support di 6.902 dan Resistance di 6.956
Pada perdagangan Senin (30/6/2025) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 30,27 poin atau 0,44% ke level 6.927,67 di pasar spot.
Namun, penguatan ini diperkirakan belum akan berlanjut, karena IHSG dinilai rawan mengalami koreksi pada perdagangan Selasa (1/7).
Menanggapi hal tersebut, Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, memperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi dengan level support di 6.902 dan resistance di 6.956.
Menurutnya, pelaku pasar cenderung bersikap wait and see menjelang rilis sejumlah data ekonomi penting, seperti data manufaktur, inflasi, dan neraca dagang Indonesia.
Herditya merekomendasikan beberapa saham yang layak dicermati, di antaranya:
PT Bank Jago Tbk (ARTO): Target harga Rp 1.845 – Rp 1.905 per saham
PT Semen Indonesia Tbk (SMGR): Target harga Rp 2.780 – Rp 2.850 per saham
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM): Target harga Rp 3.150 – Rp 3.340 per saham
Sementara itu, Analis sekaligus VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, memperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas.
Ia memproyeksikan pergerakan IHSG berada di kisaran support 6.850 dan resistance 7.010, dengan indikator RSI menunjukkan sinyal kenaikan.
Dari sisi domestik, pasar menantikan data inflasi Indonesia yang diperkirakan melambat menjadi 2,3% secara tahunan (year-on-year/yoy), dari sebelumnya 2,4% yoy.
Namun, Audi mengingatkan bahwa pasar bisa merespons negatif jika perlambatan inflasi disebabkan oleh pelemahan permintaan (demand).
Dari sisi global, pasar juga menantikan data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya Non-Farm Payrolls (NFP), yang diprediksi melambat menjadi 100.000 pekerjaan baru pada Juni 2025, turun dari 139.000 pada periode sebelumnya.
Data ini juga berpotensi memberikan tekanan terhadap pasar. Untuk perdagangan Selasa (2/7), Audi merekomendasikan dua saham berikut:
1. PT Petrosea Tbk (PTRO)
Rekomendasi: Speculative buy
Support: Rp 2.600
Resistance: Rp 3.120
2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Rekomendasi: Speculative buy
Support: Rp 2.800
Resistance: Rp 3.400.
(wiwin/nusantaraterkini.co)
