Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

IHSG Hari Ini Melemah di Bawah 7.000, Pasar Dibayangi Konflik Iran dan Keputusan FTSE Russell

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ilustrasi (Foto: Freepik)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada dalam tekanan setelah pada penutupan perdagangan Senin (6/4/2026) terkoreksi 0,53% ke level 6.989,42. Penurunan ini turut dipicu aksi jual investor asing yang membukukan net sell sebesar Rp 623 miliar di seluruh pasar.

Memasuki perdagangan Selasa (7/4/2026), pelaku pasar masih cenderung berhati-hati. Kepala Riset Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyebutkan bahwa IHSG hari ini telah menembus level psikologis penting di angka 7.000, yang berpotensi memicu tekanan lanjutan.

Menurutnya, area 6.920 menjadi level support terdekat yang masih cukup kuat untuk menahan penurunan. Namun, ia menekankan pentingnya sikap rasional di tengah kondisi pasar yang masih sarat spekulasi.

Baca Juga : IHSG Berhenti Menguat, Investor Asing Lepas Saham Perbankan dan Komoditas

“Strategi wait and see masih relevan karena volatilitas pasar cukup tinggi,” ujarnya.

Dari sisi global, sentimen utama masih datang dari konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang kini telah memasuki pekan keenam. Meski jalur diplomasi terus diupayakan, belum ada tanda-tanda penyelesaian yang signifikan, sehingga menambah ketidakpastian di pasar keuangan global.

Selain itu, perhatian investor juga tertuju pada pengumuman dari FTSE Russell terkait evaluasi status pasar saham Indonesia. Sebelumnya, Indonesia masih dipertahankan dalam kategori Secondary Emerging Market, meskipun sempat diwarnai isu transparansi kepemilikan saham dan free float.

Baca Juga : IHSG Berpeluang Lanjut Rebound, MNC Sekuritas Soroti AMMN, BIPI, MINA dan WIFI sebagai Pilihan Cuan

Pasar menilai, keputusan terbaru FTSE Russell kemungkinan lebih bersifat sentimen jangka pendek dibandingkan perubahan komposisi indeks. Namun demikian, langkah reformasi yang telah dilakukan—seperti peningkatan keterbukaan data kepemilikan di atas 1%, publikasi High Shareholding Concentration (HSC), serta kenaikan batas minimum free float menjadi 15%—diharapkan dapat menjadi katalis positif bagi persepsi investor global.

Rekomendasi Saham Hari Ini:

Berikut beberapa saham yang menarik untuk dicermati (bukan ajakan membeli/menjual):

Baca Juga : IHSG Diproyeksi Masih Tertekan, Investor Waspadai Risiko Ekonomi dan Aksi Jual Asing

1. BULL

Entry: 402 – 416

Target: 434 – 450

Baca Juga : IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Naik ke 7.185, Ini Strategi dan Rekomendasi Saham Pilihan

Support: 394 – 402

Cut loss: 390

2. DSNG

Baca Juga : IHSG Masih Tertekan, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini

Entry: 1.655 – 1.700

Target: 1.755 – 1.805

Support: 1.635 – 1.655

Cut loss: 1.625

3. HRTA

Entry: 2.370 – 2.430

Target: 2.510 – 2.580

Support: 2.330 – 2.370

Cut loss: 2.310

4. TINS

Entry: 3.470 – 3.560

Target: 3.670 – 3.780

Support: 3.420 – 3.470

Cut loss: 3.400

(Dra/nusantaraterkini.co).