Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Iran Peringatkan Blokade AS di Selat Hormuz Ancam Gencatan Senjata

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diabadikan pada 14 April 2026 ini menunjukkan bangunan yang hancur akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran, Iran. (Foto: Xinhua/Shadati)

Nusantaraterkini.co, TEHERAN - Juru Bicara (Jubir) Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Iran, Esmail Baghaei memperingatkan blokade Amerika Serikat (AS) terhadap Selat Hormuz dapat merusak kesepakatan gencatan senjata yang sedang berlangsung antara Iran dan AS, demikian dilaporkan RIA Novosti pada Kamis (16/4/2026).

Menyebut blokade itu sebagai tindakan provokatif, Baghaei mengatakan angkatan bersenjata Iran siap mengambil tindakan yang diperlukan.

Baca Juga : AS dan Iran Kembali Memanas, Saling Serang Picu Ketegangan Baru di Kawasan Teluk

Pernyataan itu dilontarkan di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait stabilitas gencatan senjata, yang awalnya difasilitasi untuk meredakan ketegangan antara kedua negara.

Baca Juga : Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain dengan Drone, IRGC Ancam Tingkatkan Serangan

Ketua parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, juga menekankan di media sosial bahwa Lebanon harus dilibatkan dalam setiap kesepakatan gencatan senjata.

Dia memuji perlawanan Hizbullah dan persatuan front perlawanan atas kemajuan di Lebanon, mendesak AS untuk menghormati kesepakatan tersebut.

Baca Juga : Harga Minyak Dunia Kembali Melonjak, Ketidakpastian Konflik Iran Picu Kekhawatiran Pasar

Dalam wawancara terpisah dengan Kantor Berita ISNA dari Iran, Mohsen Rezaei, penasihat militer senior untuk pemimpin tertinggi Iran, mengatakan Iran siap untuk perang berkepanjangan, terlepas dari ancaman blokade maritim dari AS.

Rezaei menekankan bahwa Iran tidak akan berkompromi perihal syarat-syaratnya dalam negosiasi.

Rezaei mengkritik AS karena mencoba bertindak sebagai "polisi" di Selat Hormuz, seraya mengatakan Iran tidak akan pernah melepaskan haknya atas jalur perairan vital tersebut.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua