Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jalan Kaki 3 Bulan dari Semarang ke Muba, 1 Keluarga Terlantar Dievakuasi Polres OKU

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, BATURAJA — Personel Polres Ogan Komering Ulu (OKU) mengevakuasi satu keluarga yang terlantar saat berjalan kaki di Jalan Lintas Sumatera, Desa Batu Kuning, Kecamatan Baturaja Barat, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Keluarga yang terdiri dari suami, istri, dan seorang anak kecil tersebut ditemukan petugas dalam kondisi kelelahan setelah berjalan kaki selama tiga bulan sebelas hari dari Semarang menuju Musi Banyuasin. 

Baca Juga : Cekcok soal Ponsel, Pria di OKU Tega Aniaya Petani hingga Tewas

Kepala keluarga berinisial W (50) mengaku terpaksa pulang dengan berjalan kaki setelah pekerjaan pembuatan patung di Semarang batal dan kehilangan seluruh dokumen identitas serta biaya perjalanan.

Baca Juga : Lagi Nyadap Karet, Petani di Desa Rantau Kumpai Diserang Beruang

“Kepekaan anggota dalam melihat kondisi masyarakat yang membutuhkan adalah wujud nyata Polri hadir untuk melindungi dan melayani. Inilah yang kami dorong terus dilakukan oleh seluruh personel,” ujar Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (5/4/2026).

Setelah melakukan pendekatan persuasif, petugas piket Polres OKU langsung membawa keluarga tersebut menggunakan kendaraan dinas menuju agen travel untuk melanjutkan perjalanan ke Palembang. 

Baca Juga : Massa Aksi di Sudirman Ajak Pengendara Nyalakan Klakson sebagai Bentuk Dukungan

Selain memfasilitasi transportasi, polisi juga memberikan bantuan biaya perjalanan dan uang makan guna memastikan keluarga tersebut sampai ke titik transit dengan aman dan layak.

Baca Juga : Heboh Video Viral Prima Salam, Ratu Dewa Ungkap Kondisi Kesehatan Wawako

Aksi kemanusiaan ini sempat diwarnai momen haru ketika anak kecil dalam keluarga tersebut, yang awalnya merasa takut, akhirnya tersenyum dan melambaikan tangan kepada petugas saat keberangkatan. 

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kondisi darurat atau keberadaan warga terlantar melalui layanan kepolisian 110 agar bantuan dapat segera disalurkan.

“Polda Sumatera Selatan berkomitmen hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam penegakan hukum tetapi juga dalam misi kemanusiaan yang menyentuh hati rakyat,” pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)