Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Jelang Puncak Armuzna, Timwas Haji DPR Desak Penguatan Layanan Konsumsi dan Transportasi

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR Neng Eem Marhamah Zulfa Berbicara Soal Perkuat Layanan Bagi Jemaah Haji Indonesia jelang puncak fase Armuzna, Selasa (19/5/2026). (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR Neng Eem Marhamah Zulfa mendesak kementerian terkait memperketat dan memperkuat layanan bagi jemaah haji Indonesia menjelang puncak fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Menurutnya, dua aspek yang paling krusial dan harus menjadi perhatian utama adalah distribusi konsumsi serta kesiapan armada transportasi agar pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar tanpa kendala di lapangan.

Baca Juga : Timwas Haji DPR Soroti Minimnya Dokter dan Nakes di KKHI Madinah

“Kami meminta Kementerian Haji dan Umrah memperkuat layanan kepada jemaah haji Indonesia, khususnya menjelang pelaksanaan puncak haji. Dua persoalan yang menurut kami sangat krusial adalah konsumsi dan transportasi,” ujar Neng Eem, Selasa (19/5/2026).

Baca Juga : Diplomasi Parlemen: Strategi DPR RI Menjadi Jembatan Perdamaian di Tengah Gejolak Global

Legislator asal Jawa Barat itu meminta pihak penyedia katering memastikan makanan didistribusikan tepat waktu kepada seluruh jemaah. Ia menegaskan, jangan sampai ada jemaah yang terlambat menerima konsumsi atau bahkan tidak mendapatkan makanan saat puncak ibadah haji berlangsung.

“Kami meminta agar tidak ada jemaah haji yang terlambat menerima makanan atau bahkan tidak mendapatkan konsumsi saat puncak haji. Mohon pastikan hal ini terpenuhi dengan baik. Makanan yang diterima jemaah juga harus sesuai standar serta memiliki cita rasa khas Indonesia,” katanya.

Baca Juga : Kurniasih Mufidayati: Pendidikan Bukan Sekadar Sistem, Tapi Investasi Masa Depan Bangsa

Selain konsumsi, Neng Eem juga menyoroti kesiapan transportasi bagi jemaah dari hotel di Mekkah menuju Arafah hingga pergeseran ke Muzdalifah dan Mina. Ia meminta evaluasi dari penyelenggaraan haji tahun sebelumnya dijadikan bahan perbaikan.

“Kami meminta agar tidak ada lagi jemaah yang harus berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina saat puncak haji. Pastikan transportasi tersedia secara memadai bagi jemaah haji Indonesia. Pelayanan terbaik harus diberikan kepada seluruh jemaah,” tegasnya.

Terkait keterbatasan kapasitas di Mina, Timwas DPR mendorong optimalisasi tenda serta sosialisasi secara masif apabila skema Murur dan Tanazul diterapkan pada musim haji 2026.

Neng Eem menjelaskan, jemaah yang masuk dalam skema Murur harus dipastikan tetap berada di dalam bus saat melintasi Muzdalifah dan langsung diarahkan menuju Mina guna mengurai kepadatan.

Sementara untuk skema Tanazul, ia meminta kesiapan sarana dan prasarana serta sinkronisasi data jemaah, khususnya bagi jemaah sakit dan lanjut usia, agar pelaksanaannya tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

Selain itu, Timwas DPR juga meminta pelayanan kesehatan selama fase Armuzna diperkuat dengan kesiapan tenaga medis dan ketersediaan obat-obatan di pos-pos strategis selama 24 jam.

“Haji tahun ini menjadi momentum untuk memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan maksimal. Kami minta dipastikan pelayanan kesehatan memadai dan obat-obatan tersedia jika dibutuhkan,” pungkasnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)