Komisi I DPR Ragukan Klaim TNI AD soal Ledakan Gudang Amunisi Kadaluwarsa
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin meragukan klaim TNI yang menyatakan penyebab kebakaran disertai ledakan gudang amunisi milik mereka di wilayah Ciangsana, Kabupaten Bogor, akibat amunisi yang telah kedaluwarsa.
Baca Juga : Soal Isu Kemanusiaan di Papua, DPR: RI Miliki Tantangan Besar di Kawasan Pasifik
Menurutnya, secara teori, amunisi yang kedaluwarsa semestinya tidak memiliki daya ledak yang cukup besar karena unsur di dalamnya tidak penuh lagi.
Baca Juga : RI dapat Tarif 19 Persen dari AS, Komisi I: Bukti Efektivitas Diplomasi
"Bahkan kalau tidak expired tapi didiamkan lama, itu tidak meledak amunisinya," katanya, Senin (1/4/2024).
Politisi PDIP itu melanjutkan, kemungkinan penyebab ledakan dipicu dari suhu panas ruang yang mempengaruhi unsur bahan peledak di gudang. Sebab, sepengetahuannya saat masih aktif sebagai prajurit TNI, tidak ada aliran listrik di area dalam gudang amunisi.
Baca Juga : Komisi X DPR Minta PPDB dan Penerimaan Mahasiswa Baru Lebih Transparan dan Berkeadilan
"Sepengetahuannya saat masih aktif sebagai prajurit TNI, tidak ada aliran listrik di area dalam gudang amunisi," ujar mantan sesmil ini.
Baca Juga : Revisi UU Polri, DPR Dukung Perpanjangan Masa Pensiun hingga 60 Tahun
Maka dari itu, ia mengungkapkan Komisi I DPR bakal mengagendakan pembahasan penyebab ledakan gudang amunisi daerah milik Komando Daerah Militer Jakarta Raya setelah masa reses nanti.
Meski demikian, ia mengungkapkan bahwa komisi I nantinya membahas lebih lanjut kejadian tersebut, mulai dari awal peristiwa hingga penyebab ledakan.
Baca Juga : Ketua RT Ungkap Dahsyatnya Ledakan Gudang Peluru TNI: Kayak Perang, Ada 5 Granat Terlempar
"Akan dibahas saat rapat dengan Panglima TNI," ujar purnawirawan TNI AD berpangkat terakhir Mayjen itu.
Baca Juga : Gudang Amunisi Dekat Permukiman Warga Terbakar, KSAD Minta Maaf
Dalam rapat tersebut, lanjut legislator Jawa Barat ini, Komisi I nantinya akan meminta penjelasan pada Panglima TNI terkait relokasi maupun standar operasional prosedur penyimpanan amunisi.
Menurutnya, prosedur penyimpanan amunisi menjadi sangat penting untuk ditinjau, terutama mengenai kelembaban suhu ruang gudang yang berpotensi memantik sumber api.
"Alat deteksi seperti alarm kebakaran dan suhu ruang akan dibahas juga," imbuhnya.
Begitu pun soal relokasi area gudang, kata Hasanuddin, DPR akan mendukung TNI apabila harus dilakukan upaya pemindahan gudang amunisi agar tidak mendekati area pemukiman masyarakat.
"Diajukan saja anggarannya, kami akan prioritaskan," ucap dia.
(cw1/nusantaraterkini.co)
