Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad Alaydus memberikan perhatian serius terhasap kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Kenzha Walewangko.
Dia meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut dan menindak para pelaku.
Menurut Habib Syarief, kematian Kenzha yang diduga dikeroyok mahasiswa lain betul-betul mencoreng dunia pendidikan tinggi. Apalagi kejadian itu terjadi di dalam kampus. Tentu, hal itu sangat memprihatinkan.
"Bagaimana bisa penggeroyokan yang menyebabkan kematian mahasiswa itu terjadi di kampus. Dimana petugas keamanan kampus," ujarnya, Senin (10/3/2025).
Baca Juga: Mahasiswa UKI Tewas Misterius: Polisi Temukan Luka Serius di Bagian Kepala
Apalagi, lanjut Habib Syarief, sebelum terjadi penggeroyokan, diduga ada pesta miras di dalam kampus. Lagi-lagi pengamanan kampus perlu dipertanyakan. Karena membawa minuman keras (miras) di dalam kampus jelas dilarang.
"Pihak kampus jelas-jelas kebobolan. Bagaimana bisa ada pesta miras di kampus, kemudian penggeroyokan, dan akhirnya ada yang meninggal. Ini jelas sangat fatal," ungkapnya.
Legislator Dapil Jawa Barat I itu meminta polisi mengusut tuntas kasus tersebut. Polisi harus bergerak cepat menangani kasus itu. Para pelaku harus diseret dan dijadikan tersangka.
"Polisi harus bergerak cepat. Kasus ini harus diusut tuntas. Para pelakunya harus ditindak tegas dan dijatuhi hukuman sesuai undang-undang," jelasnya.
Baca Juga: Mahasiswa Indonesia Saksikan Langsung Demokrasi Akar Rumput di China
Polisi juga harus terbuka dalam mengusut kasus tersebut. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi. Siapa pun yang diduga menjadi pelaku, harus ditindak tegas. Tentu, keluarga korban, kampus, dan masyarakat menunggu perkembangan kasus itu.
Habib Syarief mengatakan, kasus itu harus menjadi pelajaran bagi kampus lain. Jangan ada lagi pesta miras dan kekerasan di kampus. Pihak keamanan juga harus tegas dalam menegakkan aturan.
"Kejadian itu tidak boleh terulang lagi. Semua kampus harus mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan perguruan tinggi," tandasnya.
Seperti diberitakan, Kenzha Walewangko, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Semester VI tewas pada Selasa (4/3/2025) malam. Dia diduga menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan mahasiswa lainnya.
(cw1/Nusantaraterkini.co)
