Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

MAKI Sumut Nilai Pernyataan Kapolda soal Demo di DPRD Provokatif

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Koordinator MAKI Sumut, Ananda Rizki Tambunan. (Foto: dok istimewa)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Mahasiswa Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Sumatera Utara (Sumut) menilai pernyataan Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto terkait aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut pada Selasa (26/8/2025) bernuansa provokatif.

Koordinator MAKI Sumut, Ananda Rizki Tambunan mengatakan, pernyataan Kapolda yang menyebut aksi mahasiswa “anarkis” serta imbauan bernada ancaman seperti “jangan coba-coba ganggu keamanan” berpotensi memicu ketegangan di tengah situasi yang seharusnya membutuhkan ketenangan dan dialog.

Baca Juga : Soal Pembubaran Paksa Massa Demo di DPRD Sumut, Ini Kata Kapolda

“Pernyataan beliau bukan hanya tidak bijak, tapi juga berbahaya karena dapat menjadi bentuk intimidasi terselubung terhadap gerakan rakyat,” katanya dalam keterangan pers, Rabu (27/8/2025).

Menurut Ananda, demonstrasi di sekitar Gedung DPRD Sumut merupakan wujud aspirasi masyarakat yang disampaikan secara damai. Namun, respons aparat yang dinilai represif, ditambah pernyataan yang bernada ancaman, justru memperburuk suasana dan menimbulkan kekhawatiran terhadap keberlangsungan ruang demokrasi di Sumut.

“Setiap kata yang diucapkan seorang Kapolda membawa beban institusional. Jika yang disampaikan justru menyudutkan masyarakat yang sedang menggunakan hak konstitusionalnya, maka hal itu adalah bentuk penyalahgunaan otoritas komunikasi publik,” ujarnya.

Baca Juga : Demo Tolak Kenaikan Tunjangan Anggota DPR di DPRD Sumut Ricuh, Kapolda: Jangan Coba-coba Ganggu Ketertiban

“Kami mendesak Kapolri untuk segera mengevaluasi dan mengganti dengan sosok yang lebih humanis, demokratis dan komunikatif. Jika hal ini dibiarkan, akan menjadi preseden buruk secara nasional,” pungkasnya.

(Cw7/Nusantaraterkini.co)