Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Verisa Novri, seorang jurnalis foto asal Tangerang Selatan, berhasil menuntaskan perjalanan mudik unik dengan bersepeda dari Serpong menuju Palembang selama empat hari, mulai Selasa (17/3/2026) hingga tiba di Kota Pempek pada, Jumat (20/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Menempuh jalur Lintas Timur Sumatera (Jalintim), Verisa mengaku hanya menghabiskan biaya operasional lebih kurang sekitar Rp350.000 yang dialokasikan untuk penginapan losmen serta konsumsi air minum.
Baca Juga : Kakorlantas: Operasi Ketupat Lebaran 2026 Sukses, Fatalitas Kecelakaan Turun 30 Persen
Meski harus berjibaku dengan cuaca terik dan tanjakan terjal di area perkebunan sawit, ia menilai perjalanan ini jauh lebih ekonomis dibandingkan tarif bus yang melonjak tinggi saat musim Lebaran.
Baca Juga : Rest Area HKA Titik Singgah Strategis Kelancaran Arus Balik Menuju Pelabuhan Bakauheni
"Melakukan perjalanan mudik dengan sepeda memberikan pengalaman yang campur aduk. Tantangannya cuaca sangat panas, tapi bersepeda memberikan kepuasan tersendiri dan fleksibilitas waktu dibandingkan naik transportasi umum," ujar Verisa Novri saat diwawancarai langsung di atas Jembatan Ampera.
Selama perjalanan lintas provinsi tersebut, Verisa memanfaatkan keramahan warga dan fasilitas publik seperti masjid, kantor polisi (Polres), hingga rest area untuk beristirahat dan mengisi daya baterai ponsel.
Baca Juga : Jurnalis Foto Mudik Hemat Bermodal Rp 350 Ribu, Gowes dari Serpong-Palembang
Ia sempat mendapatkan keberuntungan saat bertemu seorang sopir truk di daerah Lubuk Seberuk yang memberinya tumpangan hingga ke Kayu Agung, sehingga mampu memangkas jarak perjalanan sekitar 50 kilometer.
Baginya, mudik bersepeda bukan sekadar perjalanan pulang kampung untuk menemui keluarga, melainkan bentuk penyaluran hobi di tengah kesibukannya sebagai wartawan foto.
“Kalau bersepeda sebenernya paling pas weekend sih. Mudik naik sepeda ini juga suka-suka saya, kalau saya mau sepedaan ya saya pergi naik sepeda, tapi kalau mau naik transportasi umum ya saya naik itu. Sesuai mood saya aja,” katanya.
Rasa lelahnya terbayar dengan antusiasme untuk segera menikmati kuliner khas Palembang seperti Pempek dan Mie Celor.
"Rasanya sangat legah setelah sampai, bisa makan pempek dan martabak har lagi. Habis ini saya mau lanjut ke rumah keluarga yang ada di daerah Kenten," ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
