Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kakorlantas: Operasi Ketupat Lebaran 2026 Sukses, Fatalitas Kecelakaan Turun 30 Persen

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryo menilai pelaksanaan Operasi Ketupat Lebaran 2026 berjalan sukses dengan tingkat kepuasan publik mencapai 88,5 persen. 

Ia menegaskan operasi pengamanan arus mudik dan balik tahun ini merupakan “operasi kemanusiaan” yang mengedepankan keselamatan masyarakat.

Baca Juga : DPR Apresiasi Penurunan Fatalitas Mudik Lebaran 2026, Soroti Kepadatan Rest Area

“Hal yang paling terpenting dalam Operasi Ketupat adalah keselamatan masyarakat. Karena itu seluruh strategi pengamanan difokuskan pada keamanan dan kelancaran perjalanan pemudik,” kata Agus dalam evaluasi mudik Lebaran 2026.

Baca Juga : Pastikan Arus Balik Lancar, Polrestabes Palembang Sekat 80 Truk ODOL

Agus menjelaskan, Operasi Ketupat 2026 dibagi dalam lima klaster utama pengamanan, yakni pengamanan jalur alternatif dan jalan nasional, jalan tol beserta dinamika lalu lintasnya, area penyeberangan pelabuhan, tempat ibadah, serta kawasan wisata.

Menurutnya, hasil analisis dan evaluasi menunjukkan kepuasan publik terhadap pelaksanaan Operasi Ketupat mencapai 88,5 persen. Capaian tersebut ditopang oleh penerapan strategi manajemen lalu lintas berbasis data melalui predictive traffic policing.

Baca Juga : Korlantas Polri Evaluasi Kecelakaan di Perlintasan Sebidang

“Rekayasa lalu lintas seperti contraflow dan one way dilakukan berdasarkan traffic counting serta parameter-parameter di lapangan, baik di jalan tol maupun non-tol,” ujarnya.

Baca Juga : Polri Klaim Pengamanan Mudik Lebaran 2026 Sukses: Angka Fatalitas Turun 30% dan Kepuasan Publik Capai 88,5%

Agus mengungkapkan, arus mudik Lebaran 2026 mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pada puncak arus mudik, sebanyak 270.513 kendaraan meninggalkan Jakarta menuju arah Trans Jawa, Sumatera, dan Jawa Barat dalam satu hari.

Sementara pada puncak arus balik yang terjadi 24 April 2026, tercatat sebanyak 256.388 kendaraan kembali menuju Jakarta.

“Puncak arus mudik dan arus balik tertinggi sepanjang sejarah itu bisa kami kelola dengan baik melalui pengendalian contraflow hingga one way nasional,” jelasnya.

Dari sisi keamanan dan ketertiban masyarakat, Agus memastikan situasi selama masa Lebaran berlangsung kondusif tanpa peristiwa menonjol. Perayaan Idul Fitri maupun Hari Raya Nyepi juga berjalan aman dan lancar.

Ia menambahkan, dari aspek keselamatan lalu lintas, angka fatalitas korban meninggal dunia akibat kecelakaan selama Operasi Ketupat 2026 turun lebih dari 30 persen. Adapun jumlah kecelakaan lalu lintas juga menurun 5,31 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Ini merupakan hasil kolaborasi seluruh stakeholder serta kepemimpinan Bapak Kapolri yang terus hadir langsung di lapangan,” katanya.

Agus menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat 2026 merupakan keberhasilan kolektif seluruh unsur yang terlibat, mulai dari Polri, kementerian/lembaga, hingga para pemangku kepentingan terkait.

“Polri hadir untuk menjamin keamanan masyarakat dari sisi sosial, spiritual, serta memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan selamat sampai tujuan,” pungkasnya.

 (LS/Nusantaraterkini.co)