Nusron Wahid: Nomor Dua Simbol Victory, Sesuai Semangat Kita
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming resmi mendapatkan nomor urut 2 pada pengundian nomor urut di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2023).
Baca Juga : DPR: Pencabutan 717 Sertifikat Transmigran di Kotabaru Bukti Negara Tunduk pada Tambang
Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Koalisi Indonesia Maju, Nusron Wahid menggambarkan jika nomor dua itu merupakan simbol victory.
Baca Juga : Firman Soebagyo Usul Anggaran Dialihkan Beli Lahan Produktif untuk Mewujudkan Swasembada Pangan Nasional
"Alhamdulillah proses sudah dilalui, kita dapat nomor dua, simbol victory, simbol jalan tengah, sesuai dengan simbol rekonsiliasi yang di tengah itu ngajak yang di kanan maupun di kiri, jadi sesuai dengan semangat kita," katanya saat ditemui wartawan di depan Gedung KPU, Selasa (13/11/2023).
Sebelumnya, Politisi dari Partai Golkar ini sudah mempersiapkan apa yang harus dilakukan jika Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming mendapatkan nomor urut 1, 2, ataupun 3.
Baca Juga : Prabowo Bertemu Jusuf Kalla: Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Swasembada Energi Nasional
"Tapi lepas dari apapun, nomor berapa pun, yang penting adalah hasilnya, nomor 1, nomor 2, Inshaallah hasilnya (tetap menjadi) nomor 1," jelasnya.
Baca Juga : Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO
Selain itu, Nusron juga membahas momen Gibran Rakabuming dan Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep yang melakukan sungkem dengan Ketua PDIP, Megawati Soekarnoputri.
"Saya perhatikan momen Bu Mega pegangan tangan dengan Gibran dan Kaesang itu suasana yang sangat indah. Saya senang dan saya apresiasi bagaimana rasa tawadhunya seorang anak presiden, calon wakil presiden, bertemu orang tua, Bu Mega, dan kemudian Salaman" terangnya.
Baca Juga : Mahasiswa Sumut Temui Wapres Gibran, Dorong Hari Ulos Nasional Masuk UNESCO
Nusron mengakui bahwa apa yang dilakukan oleh Gibran harus ditiru oleh anak muda lainnya.
Baca Juga : Gibran Tinjau Langsung Pengungsi Longsor di Cisarua Bandung Barat
"Harus ditiru oleh anak-anak muda bagaimana cara kita menghormati yang lebih tua, menghargai antar sesama, dan menyayangi yang lebih muda, itu yang ditampakkan oleh Mas Gibran dan Kaesang, saya kira itu adalah ke-Indonesia-an yang luar biasa," pujinya.
(mr6-nusantaraterkini.co)
