Nusantaraterkini.co, BATUBARA – Mencari ikan segar berkualitas premium di Kabupaten Batu Bara tidaklah sulit. Di Pasar Sore Tanjung Tiram, warga bisa mendapatkan kepiting bakau hingga udang kelong yang baru saja turun dari kapal nelayan dengan harga ramah di kantong.
Pantauan Nusantaraterkini.co, Kamis (14/5/2026), di sepanjang bahu jalan di Pasar Sore Tanjung Tiram dipenuhi meja-meja kayu sederhana, yang lebih dikenal dengan sebutan lapak. Di sini lah para pedagang menjajakan kekayaan laut hasil tangkapan nelayan setempat.
Baca Juga : Dilema Pasang Laut di Tanjung Tiram: Rumah Warga Terendam, Anak-Anak Malah Asyik Bermain
Anwar misalnya, menggelar lapak menggunakan meja kayu panjang dengan alas terpal biru. Di atasnya, tersusun rapi kepiting bakau yang masih lincah, udang kelong yang bening, hingga tumpukan ikan karang yang segar. Meski kondisi jalanan nampak sederhana dengan sisa genangan air, hal itu tidak mengurangi antusiasme warga untuk memadati lokasi ini setiap sore.
Baca Juga : Mengintip Geliat Kecepe di Tanjung Tiram, 'Emas Merah' yang Jadi Penopang Ekonomi Nelayan
"Barang-barang ini baru saja turun dari kapal nelayan tadi siang, makanya kepitingnya masih pada lincah dan udangnya masih bening-bening. Kalau sore begini memang puncak-puncaknya orang cari lauk untuk makan malam," jelas Anwar sembari merapikan tumpukan kepiting di mejanya.
Meskipun kualitasnya premium karena langsung dari tangan pertama, harga yang ditawarkan di pasar sore ini terbilang sangat ramah di kantong masyarakat. Rudi, yang juga mengelola lapak tersebut, menjelaskan mengenai harga dan interaksinya dengan para pembeli.
Baca Juga : Produksi Terancam Terganggu, PT Semen Baturaja Ajukan Dispensasi Angkutan Batu Bara ke Pemprov Sumsel
"Untuk kepiting dan udang biasanya dibanderol mulai dari harga Rp70.000 sampai Rp90.000 per kilogram, tergantung ukuran. Dalam sehari, kami bisa menjual puluhan kilogram hasil laut. Apalagi kalau cuaca lagi bagus, pembeli bisa makin ramai," ungkap Rudi.
Baca Juga : Republik Ceko Kebut Proyek Nuklir Rp317 Triliun, Kunci Lepas dari Batu Bara
Kehangatan pasar ini makin terasa saat terjadi proses tawar-menawar antara Rudi dan pelanggan. Seorang pembeli wanita nampak mencoba mendapatkan harga terbaik untuk dua kilogram kepiting pilihannya.
"Bang, kepitingnya Rp80.000 saja ya sekilo? Saya ambil dua kilo ini," tawar pembeli yang dijawab Rudi dengan candaan khas pesisir. "Waduh Kak, itu sudah harga mepet sekali. Tapi ya sudahlah, khusus buat langganan saya kasih Rp75.000 saja biar sama-sama enak dan Kakak balik lagi besok," ujar Rudi.
Waktu Terbaik
Untuk mendapatkan ikan segar dengan kualitas terbaik, pedagang menyarankan agar pembeli datang sekitar pukul 17.00 WIB. Karena melebihi waktu tersebut, persediaan ikan yang dijajakan pedagang sudah menipis.
"Biasanya kalau lewat jam enam, pilihan sudah mulai menipis karena langsung diborong warga yang pulang kerja," ujar Anwar.
Dengan adanya pasar sore ini, warga di Kecamatan Tanjung Tiram tidak perlu bingung mencari bahan pangan berkualitas. Kehadiran lapak seperti milik Rudi dan Anwar membuktikan bahwa denyut ekonomi pesisir Batu Bara tetap kuat melalui hasil laut yang selalu menjadi primadona masyarakat.
"Kami jaga harga tetap murah supaya ekonomi di Tanjung Tiram ini terus berputar dan warga tidak kesulitan cari ikan segar," ujar Anwar.
(Cw5/Nusantaraterkini.co)
