Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak bersikap reaksional dalam menanggapi kritik terhadap kebijakan maupun program pemerintahannya, khususnya terkait persoalan ekonomi.
Fernando menilai, langkah yang lebih penting dilakukan pemerintah saat ini adalah memulihkan kondisi perekonomian nasional, termasuk memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang belakangan terus mengalami pelemahan.
Baca Juga : Prabowo Bertemu Jusuf Kalla: Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Swasembada Energi Nasional
“Pemerintahan Prabowo seharusnya fokus pada upaya pemulihan ekonomi, bukan hanya merespons kritik yang muncul di publik,” kata Fernando Emas, di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Baca Juga : Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO
Ia menyoroti pelemahan rupiah yang dinilai mulai berdampak terhadap masyarakat, termasuk warga di pedesaan. Menurutnya, anggapan bahwa masyarakat desa tidak terdampak pelemahan rupiah merupakan pandangan yang keliru.
Fernando mengatakan, dampak pelemahan rupiah sudah mulai dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga sejumlah kebutuhan, salah satunya bahan plastik yang turut memengaruhi harga barang lainnya.
Baca Juga : Bangkit dari Banjir, Abdul Rozzaq Sulap Lahan Penuh Lumpur Menjadi Kebun Cabai Produktif
“Masayarakat pedesaan tetap akan merasakan dampaknya karena pelemahan rupiah berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok dan barang-barang yang mereka gunakan sehari-hari,” ujarnya.
Baca Juga : Kemnaker Salurkan Rp32 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi Sumatera Utara dan Aceh
Fernando juga menyinggung peran keponakan Prabowo, Thomas Djiwandono, yang menurutnya dapat dilibatkan untuk membantu merumuskan langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Ia menilai, pernyataan-pernyataan Presiden Prabowo belakangan justru kerap memunculkan polemik baru di tengah masyarakat. Karena itu, Fernando meminta kepala negara lebih berhati-hati dalam menyampaikan pandangan terkait kondisi ekonomi.
Baca Juga : Cadangan Devisa Menyusut, Rupiah Berpotensi Tergelincir ke Rp18.230 per Dolar AS
“Sering kali pernyataan Presiden bukan menenangkan situasi, tetapi justru memunculkan kegaduhan dan polemik di masyarakat,” katanya.
Baca Juga : IHSG Tertekan Tajam, Analis Prediksi Koreksi Berlanjut hingga Sentuh Level 5.100
Fernando berharap Presiden Prabowo dapat memahami secara menyeluruh kondisi yang dirasakan masyarakat sebelum menyampaikan pernyataan ke publik agar tidak menimbulkan perbedaan persepsi dengan realitas di lapangan.
(LS/Nusantaraterkini.co)
