Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prabowo: Kekayaan Nusantara Ratusan Tahun Diambil Penjajah

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Prabowo menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi APBN di Gedung DPR, Rabu (20/5/2026) (foto: luki setiawan/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.coJAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengingatkan pentingnya bangsa Indonesia belajar dari sejarah kolonialisme dan imperialisme agar tidak kembali mengalami penjajahan dalam berbagai bentuk. Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung penderitaan rakyat Indonesia pada masa penjajahan yang menurutnya telah merampas kehormatan, harga diri, hingga kepercayaan diri bangsa.

“Mereka merasakan diperbudak, mereka merasakan dilampas kehormatan dan harga diri. Mereka menyaksikan dan merasakan dihilangkan segala kehormatan dan kepercayaan diri kepada bangsa, budaya, dan sejarah kita,” ujar Prabowo dalam pidato pemyampaian kerangka APBN 2027 di Kompleks Parlemen, Senyan, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga : Prabowo Bertemu Jusuf Kalla: Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Swasembada Energi Nasional

Ia mengatakan, bangsa Indonesia pernah ditempatkan pada derajat yang sangat rendah oleh bangsa penjajah. Kekayaan Nusantara selama ratusan tahun, kata dia, diambil untuk memperkaya negara-negara kolonial.

Baca Juga : Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO

“Mereka merasakan apa artinya imperialisme itu. Mereka merasakan bahwa bangsa Indonesia ditempatkan derajatnya di bawah anjing. Kekayaan Nusantara ratusan tahun diambil oleh penjajah untuk memperkaya mereka,” katanya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan dirinya tidak mengajak masyarakat Indonesia membenci bangsa lain. Ia justru mendorong rakyat untuk belajar dari negara-negara maju, namun tetap memiliki rasa percaya diri sebagai bangsa yang besar.

Baca Juga : Prabowo Sebut PDIP di Luar Pemerintahan Penting untuk Jaga Demokrasi

“Saya tidak mengajak kita membenci bangsa-bangsa lain. Tidak. Bahkan saya mengajak kita belajar. Tapi janganlah kita terlalu kagum kepada bangsa-bangsa lain hingga rendah diri,” ucapnya.

Baca Juga : Prabowo Soroti Aliran Kekayaan ke Luar Negeri, Sebut Negara Kehilangan Ratusan Miliar Dolar

Prabowo juga mengingatkan pentingnya memahami sejarah agar bangsa Indonesia tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa lalu.  Menurut dia, para pendiri bangsa telah menyadari bahwa kekayaan Nusantara akan terus menjadi sasaran kekuatan asing apabila para pemimpinnya lemah dan tidak bersatu.

“Ada adagium bahwa mereka yang tidak belajar dari sejarah akan dihukum oleh sejarah, akan mengulangi sejarah kelam yang sama yang dialami nenek moyang mereka,” tutur Prabowo.

Baca Juga : Handi Risza: Target Ekonomi Ambisius, Pemerintah Perlu Perkuat Implementasi dan Reformasi Struktural

Ia mencontohkan sejarah kolonialisme Belanda di Indonesia yang menurutnya menjadi bukti bagaimana kekayaan Nusantara dimanfaatkan untuk membangun kemakmuran negara penjajah. 

Baca Juga : Prabowo Diminta Tak Hanya Fokus ke Kelompok Miskin, Kelas Menengah Juga Perlu Perhatian

(LS/Nusantaraterkini.co)