Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, Said Abdullah, menilai momen kebersamaan dan bergandengan tangan antara Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri dalam peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan manifestasi dari hubungan persahabatan yang telah terjalin lama serta kesamaan pandangan kebangsaan yang dimiliki keduanya.
Menurut Said, hubungan Megawati dan Prabowo tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi, melainkan dari beberapa aspek yang saling berkaitan. Pertama adalah aspek pertemanan dan persahabatan yang telah terjalin selama puluhan tahun.
"Kedua beliau pernah berjuang bersama dalam kontestasi Pilpres 2009 sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden. Setelah kontestasi itu berakhir, hubungan persahabatan dan silaturahmi tetap terjaga dengan baik," ujar Said, Senin (2/6/2025).
Baca Juga : DPR Soroti Gangguan Coretax, Minta Audit Sistem dan Perpanjangan Pelaporan SPT
Ia menjelaskan, hubungan tersebut tetap berlangsung meskipun pada Pilpres 2014 dan periode berikutnya PDI Perjuangan mengusung Joko Widodo dan berhadapan dengan Prabowo dalam kontestasi politik.
Menurut Said, persahabatan Megawati dan Prabowo bersifat tulus dan kokoh, bahkan melampaui berbagai dinamika politik yang terjadi selama ini.
Selain hubungan personal, Said menyoroti aspek kenegaraan yang memperkuat hubungan keduanya. Saat ini Megawati masih dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Badan Riset dan Inovasi Nasional meskipun PDI Perjuangan tidak berada dalam pemerintahan.
Baca Juga : Said Abdullah: Reformasi Kebijakan Subsidi Agar Lebih Tepat Sasaran dan Berkelanjutan
"Presiden Prabowo tetap memberikan kepercayaan kepada Ibu Megawati untuk menjalankan tugas-tugas kenegaraan tersebut. Ini menunjukkan bahwa Presiden memandang Ibu Megawati memiliki kapasitas sebagai negarawan yang mampu mengemban tugas di atas kepentingan politik praktis," katanya.
Said menambahkan, kedua tokoh memiliki pandangan yang sama mengenai pentingnya penanaman nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat. Menurutnya, urusan ideologi bangsa merupakan hal yang melampaui kepentingan politik jangka pendek.
"Urusan Pancasila melampaui segala-galanya. Karena itu, kemesraan yang terlihat pada peringatan Hari Lahir Pancasila merupakan manifestasi dari komitmen bersama terhadap nilai-nilai kebangsaan," ujarnya.
Lebih lanjut, Said menilai hubungan Megawati dan Prabowo juga dibangun di atas fondasi politik kebangsaan. Perbedaan posisi politik antara pemerintah dan PDI Perjuangan sebagai partai penyeimbang tidak dipandang sebagai hubungan antara kawan dan lawan.
Ia mencontohkan pidato Presiden Prabowo di DPR pada 20 Mei lalu yang memberikan penghormatan dan apresiasi terhadap berbagai masukan yang disampaikan kader-kader PDI Perjuangan di parlemen.
"Bagi saya, kedua beliau sudah berada pada level politik yang melampaui sekadar perebutan kekuasaan. Mereka berpolitik untuk kepentingan bangsa dan negara," kata Said.
Menurutnya, ketiga fondasi tersebut menjadi alasan mengapa hubungan Megawati dan Prabowo tetap terjaga dengan baik meskipun berasal dari partai politik yang berbeda.
Said juga menilai hubungan harmonis kedua tokoh nasional itu menjadi teladan bagi kader PDI Perjuangan dan Gerindra di DPR.
Ia menyebut kedua fraksi mampu membangun komunikasi yang cair, saling bertukar pandangan, serta berdiskusi mengenai berbagai kebijakan pemerintah.
"Meski dalam beberapa hal terdapat perbedaan pandangan, kedua fraksi tetap memahami posisi masing-masing dan saling menghormati sebagai sahabat politik yang dapat terus bersinergi untuk kepentingan bangsa," pungkasnya.
(LS/Nusantaraterkini.co)
