Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Pemerintah Kota (Pemko) Palembang resmi mencanangkan Gerakan Bakti Sosial Pengecatan Rumah di kawasan tepian Sungai Musi, Kecamatan Seberang Ulu I, dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) kota yang ke-1343, Sabtu (14/6/2026).
Agenda strategis yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan berbagai elemen ini, digulirkan sebagai langkah nyata untuk mempercantik wajah kota, sekaligus mengangkat potensi wisata dan sejarah di Kota Pempek.
Baca Juga : Meriahkan Hari Jadi Palembang ke-1343, Ampera Tourism Run 2026 Siap Digelar 28 Juni
“Gerakan bersama ini bertujuan mempercantik wajah Kota Palembang sebagai kota yang memiliki sejarah panjang sejak ratusan tahun lalu. Selain itu, kegiatan ini juga untuk menumbuhkan rasa bangga dan rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Asisten III Setda Kota Palembang Akhmad Bastari.
Baca Juga : Pemkot Palembang Kembali Raih Opini WTP dari BPK, Ratu Dewa: Ini Tanggung Jawab Besar
Bastari mengatakan, aksi pengecatan hunian warga di sepanjang bantaran sungai ini, bukan sekadar aktivitas memperindah kawasan semata.
Melalui program ini, pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat identitas Palembang sebagai kota air yang kaya akan nilai sejarah, serta khazanah budaya.
Baca Juga : Heboh Video Viral Prima Salam, Ratu Dewa Ungkap Kondisi Kesehatan Wawako
Ia menaruh harapan besar agar pembenahan estetika visual pada kawasan ikonik tersebut mampu menjadi daya tarik magnet pariwisata yang berkesan bagi pelancong domestik maupun mancanegara.
Baca Juga : Empat Hari Pencarian, Siswi SD yang Hanyut di Sungai Musi Ditemukan Meninggal
“Keindahan tepian Sungai Musi diharapkan mampu mendongkrak sektor pariwisata. Dengan visual yang lebih berwarna dan tertata, kawasan ini akan menjadi destinasi yang semakin menarik dan berkesan,” imbuhnya.
Ia menyampaikan, kesuksesan implementasi gerakan penataan ini, tidak dapat terpisahkan dari denyut nadi semangat gotong royong dari seluruh lapisan masyarakat.
Baca Juga : Pemprov Sumsel Anggarkan Rp424 Miliar untuk Kolam Retensi di Simpang Polda
Ia pun mengingatkan kembali jika Palembang merupakan salah satu kota tertua di Nusantara yang dahulu sempat menjadi pusat kejayaan peradaban Kerajaan Sriwijaya.
“Ketika hari ini kita mengangkat kuas dan mengecat rumah-rumah di tepian sungai, sesungguhnya kita tidak hanya mengecat tembok. Tetapi, sedang menorehkan semangat baru di atas kanvas sejarah yang telah terbentang sangat panjang,” ungkapnya.
Atas dasar nilai historis tersebut, ia mengajak segenap warga lokal untuk senantiasa merawat dan menjaga kebersihan aliran Sungai Musi sebagai warisan leluhur yang tak ternilai.
“Jangan pernah malu dengan kampung kita, jangan pernah rendah diri dengan tepian sungai kita. Justru di sinilah kekuatan kita. Sungai Musi adalah warisan yang tak ternilai, mari kita jaga, kita rawat dan kita percantik bersama,” tegasnya.
Pemko Palembang mengaku sangat optimistis jika target penyelesaian pengecatan massal ini dapat rampung sepenuhnya dalam kurun waktu dua hari pengerjaan.
Secara formal, dirinya membuka dan memulai seluruh rangkaian kegiatan pembenahan kawasan cagar budaya dan wisata air tersebut dengan melafalkan basmalah.
“Kita terus bergerak, terus berbenah dan terus bersinar demi Palembang tercinta. Semoga setiap langkah dan upaya yang dilakukan mendapat ridha Allah SWT,” tutupnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
