Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sengketa Air Memanas: Trump Ancam Kenakan Tarif 5% ke Meksiko

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump meninggalkan Gedung Putih di Washington DC pada 25 November 2025. (Foto: Xinhua/Hu Yousong)

Nusantaraterkini.co, WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (8/12/2025) mengancam akan mengenakan tarif tambahan sebesar 5 persen terhadap barang-barang Meksiko jika negara tetangganya di sebelah selatan itu tidak memasok air berdasarkan perjanjian bilateral yang ditandatangani pada 1944.

Pelanggaran yang terus dilakukan oleh Meksiko terhadap Perjanjian Air (Water Treaty) 1944 menimbulkan kerugian serius di sektor ternak dan tanaman Texas, tutur Trump dalam sebuah unggahan di media sosial.

Baca Juga : Harga Minyak Mentah Terkoreksi Dipicu Pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Volodymyr Zelenskiy

"Meksiko masih berutang lebih dari 800.000 acre-feet (986,4 juta meter kubik) air kepada AS karena gagal mematuhi Perjanjian kami selama lima tahun terakhir. AS menuntut Meksiko untuk mengalirkan 200.000 acre-feet (246,6 juta meter kubik) air sebelum 31 Desember, dan sisanya harus segera dialirkan setelahnya," kata Trump.

Trump mengungkapkan, dirinya telah mengesahkan dokumentasi untuk mengenakan Tarif 5 persen terhadap Meksiko jika air ini tidak dialirkan, segera.

Baca Juga : FIFA Dihujani Kritik Keras Usai Beri Piagam Perdamaian Perdana kepada Donald Trump

AS perlu mengirim 1,5 juta acre-feet (1,85 miliar meter kubik) air setiap tahunnya dari Sungai Colorado ke Meksiko, sementara Meksiko wajib mengirim 1,75 juta acre-feet (2,2 miliar meter kubik) air ke AS dari Rio Grande dalam siklus lima tahun, menurut Perjanjian Air 1944, yang juga dikenal sebagai Perjanjian tentang Pemanfaatan Air Sungai Colorado dan Tijuana serta Rio Grande (Treaty on Utilization of Waters of the Colorado and Tijuana Rivers and of the Rio Grande).

Trump mengancam Meksiko dengan sanksi dan tarif terkait masalah tersebut pada 10 April, kemudian kedua belah pihak mengumumkan kemajuan pada akhir April.

(*/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Xinhua