Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Soal Kematian Ade Calon Pramugari di Periksa, Polisi: Ada 14 Saksi Diperiksa

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Junaidi Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Keterangan foto: Ade Nurul Fadillah (19) semasa hidup. (Foto: Dok, Keluarga)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Polda Sumatera Utara (Sumut) memeriksa belasan saksi untuk mengusut apa yang dialami Ade Nurul Fadillah (19), calon pramugari yang meninggal di Kota Medan.

“Sampai saat ini, ada 14 saksi yang telah kami periksa terkait perkara itu,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, saat diwawancarai, pada Jumat (1/11/2024).

Baca Juga : Diplomat Kemlu RI Arya Daru Tewas Mengenaskan Wajah Penuh Lakban, Polisi Belum Temukan Titik Terang

“Itu ada dari sisi pelapor, ayah dan kakak korban. Kemudian teman korban dan staf dari tempat sekolahnya,” sambungnya.

Baca Juga : Duggan Siswa STM Hilir Tewas, Polisi Sedang Tunggu Hasil Laboratorium USU

Kemudian, Hadi mengatakan jika segala yang berkaitan dengan peristiwa tersebut sedang diselidiki oleh penyidik Polda Sumut.

“Selain itu, untuk kepentingan penyelidikan, kami juga sedang melakukan proses ekhumasi dibantu dengan ahli forensik,” ujar Hadi.

Baca Juga : Dispora Sumut Rancang Sport Center Jadi Kawasan Kota Baru Berbasis Bisnis

Sebelumnya, Ade ditemukan meninggal dunia pada 1 Oktober 2024. Keluarga korban melaporkan sejumlah kejanggalan saat memandikan jenazah.

Baca Juga : Polda Sumsel Sita 11.443 Ekstasi dan 1,3 Kg Sabu Siap Edar di Palembang Lewat Ekspedisi Resmi

"Ada lebam di leher yang diindikasikan karena dicekik. Selain itu, ada lebam di punggung dan rusuk. Jari-jari tangan dan kaki juga biru. Dugaannya itu akibat adanya kekerasan," ungkap Thomy.

Keluarga korban melaporkan kejadian ini ke Polda Sumut dengan nomor STTLP/B/1507/X/2024/SPKT/Polda Sumatera Utara pada 23 Oktober 2024.

Baca Juga : Polres Nias Limpahkan Kasus Anggota DPRD Diduga Aniaya Pramugari ke Polda Sumut

Di sisi lain, pihak kursus penerbangan Sumatera Flight Education membantah bahwa korban meninggal akibat kekerasan di asrama.

Baca Juga : Bahlil Lahadalia: Partainya akan Jatuhkan Sanksi Terhadap Anggota DPRD Sumut yang Cekik Pramugari Wings Air

"Nah itu (dugaan korban alami kekerasan) yang kita bantah. Kita ini tempat pelatihan, bukan seperti tempat akademi segala macam," kata Hendra Manatar Sihaloho, kuasa hukum Sumatera Flight Education, pada Selasa (29/10/2024).

(Cw7/nusantaraterkini.co)