Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Sumsel Dapat Tambahan 13.000 Kuota Rumah dan Jadi Tuan Rumah Launching Nasional

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Gubermur Sumsel, Herman Deru (kiri) saat kunjungan kerja ke Kantor Wali Kota Palembang pada, Kamis (11/6/2026). (foto: pemprov sumsel)

Nusantaraterkini.coPALEMBANG — Provinsi Sumatera Selatan berhasil mengamankan tambahan kuota program bantuan perumahan sebanyak 13.000 unit dari pemerintah pusat, sekaligus dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan launching program perumahan tingkat nasional pada 26–28 Juni 2026.

"Alhamdulillah, Ibu Kepala Balai menyampaikan tindak lanjut dari pembicaraan saya sebelumnya bersama Pak Menteri Perumahan dan Mendagri terkait rencana launching beberapa program perumahan seperti Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), rehabilitasi rumah, dan KUR Perumahan," ujar Gubernur Sumsel, Herman Deru, Jum’at (12/6/2026).

Baca Juga : Gubernur Sumsel Siapkan Seleksi Terbuka Guru SLB dan SMAN Hayza Nur Ilmi

Deru mengungkapkan jika realisasi insentif ini merupakan buah dari komunikasi intensif yang telah dibangun oleh pemerintah provinsi bersama jajaran kementerian terkait.

Baca Juga : Herman Deru Targetkan SLB dan SMAN Hayza Nur Ilmi jadi Sekolah Unggulan di Sumsel

"Bahkan ada bonus tambahan kuota dari kementerian. Untuk Sumsel, kuota tambahan mencapai sekitar 13 ribu unit dan sekitar 6 ribu unit sudah dipastikan pembagiannya secara proporsional," ungkapnya.

Ia menegaskan jika program tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat, sekaligus mendukung percepatan pengentasan rumah tidak layak huni di Sumatera Selatan.

Baca Juga : Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Sumsel Prioritaskan Skrining pada Keluarga Penderita

Sebelumnnya, Deru bersama Kepala BP3KP Sumatera V telah melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wali Kota Palembang pada, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga : Kapolda Sumsel Buka Latihan Pra-Operasi Senpi Musi 2026

Langkah koordinasi ini dilakukan untuk menemui Wali Kota Palembang Ratu Dewa demi memastikan kesiapan daerah penyangga utama yang akan menjadi pusat titik lokasi peluncuran program.

Deru juga menyebut jika Kota Palembang akan mendapatkan tambahan kuota BSPS sebagai hadiah spesial bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kota Palembang.

"Awalnya kuota yang sudah pasti untuk Kota Palembang sebanyak 600 unit. Namun, bertepatan dengan ulang tahun Kota Palembang, saya tantang Pak Wali Kota untuk menambah usulan berdasarkan data yang valid. Sebagai hadiah ulang tahun Kota Palembang, kita tambah menjadi 1.091 unit," imbuhnya.

Menurutnya, penambahan kuota tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat akan rumah layak huni, sekaligus menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan kawasan permukiman di Kota Palembang.

Ia juga menyempatkan diri melakukan komunikasi interaktif via telepon dengan Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fitrah Nur.

Dalam percakapan tersebut, ia menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah pusat yang memberikan otoritas kelonggaran bagi daerah dalam menentukan sasaran pembangunan.

"Terima kasih Pak Dirjen yang telah memberikan keleluasaan kepada daerah untuk menentukan lokasi dan sasaran program. Pak Wali Kota juga sangat menantikan tambahan kuota yang merupakan tindak lanjut hasil pembicaraan saya dengan Pak Menteri Perumahan," imbuhnya.

Ia juga menegaskan kesiapan total jajaran aparatur daerahnya untuk menyukseskan agenda nasional yang diamanatkan ke Provinsi Sumatera Selatan.

"Ketika Sumsel ditantang menjadi tuan rumah launching nasional, tentu kami sangat siap, apalagi program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Kendati mendapat jatah alokasi yang besar, Deru mengingatkan jajarannya untuk bersikap selektif dan ketat dalam menyisir basis data penerima manfaat di lapangan.

"Yang paling penting adalah data penerima manfaat harus valid. Saya juga memiliki gagasan agar pembangunan atau rehabilitasi rumah ini dapat dikelompokkan dalam satu kawasan RT atau RW tertentu," tuturnya.

Menurutnya, model pengklasteran bantuan dalam satu lingkungan terpadu akan memberikan implikasi perubahan visual dan sosial yang jauh lebih signifikan bagi tata ruang kota.

"Jika dilakukan secara terpusat dalam satu lingkungan, dampaknya akan lebih terlihat dibandingkan jika tersebar secara sporadis," katanya.

Sementara itu, Kepala BP3KP Sumatera V, Yustin Patria Primordia, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumsel terhadap berbagai program perumahan yang digagas pemerintah pusat.

“Kita optimistis kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten dan kota akan mempercepat peningkatan kualitas perumahan dan kawasan permukiman di Sumsel,” ungkapnya.

Pelaksanaan launching program perumahan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juni 2026 tersebut, diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan hunian layak bagi masyarakat, serta mempercepat pengurangan angka rumah tidak layak huni di Sumatera Selatan.

(Tia/Nusantataterkini.co)