Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kapolda Sumsel Buka Latihan Pra-Operasi Senpi Musi 2026

Editor :  hendra
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Sandi Nugroho saat membuka Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026 di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (11/6/2026). (Foto: dok Polda Sumsel)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANGKepala Kepolisian Daerah Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Polisi Dr. Sandi Nugroho secara resmi, membuka Latihan Pra-Operasi Senpi Musi Tahun 2026 di Auditorium Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis (11/6/2026).

Langkah ini diambil untuk mematangkan kesiapan personel dan memperkuat koordinasi lintas fungsi dalam menekan peredaran senjata api ilegal di seluruh wilayah hukum Sumatera Selatan.

“Di balik setiap senjata api ilegal yang beredar di masyarakat terdapat potensi besar terhadap gangguan keamanan dan keselamatan masyarakat. Penanggulangan senjata api ilegal bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga bagian dari tugas kita sebagai penjaga kehidupan, perawat peradaban, dan penjaga kemanusiaan,” ujar Sandi.

Baca Juga : Curi Mesin Giling Ikan, Dua Warga Jakabaring Diringkus Jatanras Polda Sumsel

Sandi menuturkan jika sepanjang tahun 2025, Polda Sumsel berhasil mengungkap 41 kasus dengan menyita 302 pucuk senjata api rakitan berbagai jenis.

“Capaian ini menjadi indikator keberhasilan, sekaligus peringatan nyata bahwa peredaran senjata api ilegal masih memerlukan penanganan konsisten,” tuturnya.

Dalam Operasi Senpi Musi 2026, wilayah Musi Banyuasin dan kawasan perbatasan Sumatera Selatan dengan Provinsi Lampung menjadi salah satu fokus perhatian utama.

Baca Juga : Debarkasi Palembang Telah Pulangkan 3.101 Jamaah Haji Asal Sumsel dan Babel

“Berdasarkan hasil pemetaan, sejumlah titik di kawasan tersebut dinilai berpotensi menjadi jalur distribusi maupun lokasi produksi senjata api ilegal,” terangnya.

Melalui latihan ini, seluruh personel dibekali kemampuan teknis serta strategi penindakan yang profesional, terukur, humanis, dan bertanggung jawab.

Sandi menekankan bahwa keberhasilan operasi ditentukan oleh kualitas kesiapan, integritas, kemampuan analisis, dan sinergi seluruh unsur yang terlibat.

Baca Juga : Kapolda Sumut Minta Maaf ke Ketua NasDem: Empat Polisi Salah Tangkap Diproses Propam

Ia juga memberikan lima penekanan, yaitu mengikuti latihan dengan sungguh-sungguh, menguasai materi, membangun sinergi, menjaga kerahasiaan, serta bekerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas.

Personel juga diminta menanamkan semangat “Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” sebagai filosofi untuk hadir cepat, tepat, dan humanis di tengah publik.

“Angka 24/7 bukan sekadar angka. Itu adalah komitmen dan janji kami untuk selalu hadir 24 jam sehari dan 7 hari dalam seminggu demi menjaga rasa aman masyarakat Sumatera Selatan,” ungkapnya.

Baca Juga : Sumsel Dapat Tambahan 13.000 Kuota Rumah dan Jadi Tuan Rumah Launching Nasional

Operasi ini juga diarahkan untuk memberantas tindak pidana pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, premanisme, serta kejahatan konvensional lainnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menegaskan jika latihan pra-operasi merupakan bentuk profesionalisme dan akuntabilitas institusi.

“Polda Sumatera Selatan tidak bekerja secara spontan dalam setiap operasi kepolisian. Seluruh personel terlebih dahulu dibekali pengetahuan, strategi, dan kesiapan teknis melalui latihan yang terukur,” kata Nandang.

Baca Juga : Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Sumsel Prioritaskan Skrining pada Keluarga Penderita

Polda Sumsel turut mengajak masyarakat berpartisipasi aktif melaporkan aktivitas terkait senjata api ilegal melalui Call Center Polri 110 secara gratis selama 24 jam.

“Latihan pra-operasi ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Sumsel dalam menjaga kondusivitas kamtibmas guna mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Sriwijaya,” pungkasnya. 

(Tia/Nusantaraterkini.co)