Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Survei Poltracking Indonesia: Elektabilitas Prabowo-Gibran Unggul Telak

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming. (Foto: Instagram)

Survei Poltracking Indonesia: Elektabilitas Prabowo-Gibran Unggul Telak

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Hasil Survei Poltracking Indonesia menempatkan elektabilitas dari calon presiden-calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut dua, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming di posisi teratas dengan 45,2 persen.

Baca Juga : Survei Populasi, 59 Ekor Macan Tutul Salju Tercatat di Huangnan Qinghai

Tempat kedua diraih oleh capres-cawapres usungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) nomor urut tiga, Ganjar Pranowo-Mahfud MD dengan angka 27,3 persen. 

Baca Juga : Bukan dari APBD, Biaya Survei Gubernur Sumut ke Proyek Jalan Sipiongot Paluta Didanai Oleh Pengusaha

Posisi terakhir ditempati oleh capres-cawapres nomor urut satu yakni Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dengan angka 23,1 persen.

Hasil ini menandakan elektabilitas dari Prabowo-Gibran cenderung naik, Ganjar-Mahfud cenderung turun, dan Anies-Muhaimin cenderung stagnan.

Baca Juga : Kritik DPR Dinilai Lemah, Firman Soebagyo: Pengawasan Harus Demi Kepentingan Rakyat

Angka tren elektabilitas terbaru, membuka skenario satu putaran makin membesar dan skenario dua putaran makin mengecil. Hal itu terlihat dari tren elektabilitas Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang mengalami kenaikan hingga menyentuh angka 45 persen di awal Desember ini.

Baca Juga : Pujakesuma Bersatu Komitmen Dukung Program Prabowo-Gibran untuk Rakyat

"Kalau melihat dari data yang ada saat ini kemungkinan Pilpres akan berlangsung dua putaran. Tapi masih ada kemungkinan juga berlangsung 1 putaran kalau terjadi kenaikan elektabilitas yang cukup signifikan dari pasangan Prabowo-Gibran," kata Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia saat memaparkan hasil survei melalui kanal Poltracking TV di YouTube, dikutip Rabu (13/12/2023).

Diketahui, Poltracking Indonesia menyelenggarakan survei nasional dengan pengambilan data lapangan pada 29 November-5 Desember 2023 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. 

Baca Juga : Prabowo Bertemu Jusuf Kalla: Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Swasembada Energi Nasional

Sampel pada survei ini adalah 1.220 responden dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Baca Juga : Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO

Klaster survei menjangkau 34 provinsi seluruh Indonesia secara proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, sedangkan stratifikasi survei ini adalah proporsi jenis kelamin pemilih.

(mr6/nusantaraterkini.co)