Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tinjau Operasi Jantung Anak di RS Adam Malik, Menkes: 12.000 Anak Lahir dengan Cacat Jantung Bawaan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menkes RI Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan kepada wartawan di RS Adam Malik, Jumat (28/6/2024). (Foto: rozie winata/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center (KSRelief) melaksanakan operasi jantung terhadap 30 anak di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik (RSUP HAM).

Operasi ini berlangsung selama sepekan sampai tanggal 2 Juli 2024 mendatang.

Baca Juga : Tekan Prevalensi Perokok Pemula, Kemenkes Bakal Seragamkan Kemasan Rokok dan Vape

Sebelumnya, operasi jantung tahap pertama pada pasien dewasa telah dilaksanakan oleh tim medis KSRelief pada 21-26 Mei 2024 lalu di Gedung Pusat Jantung Terpadu RSUP HAM.

Baca Juga : Cegah Risiko Penularan, 900 Tenaga Kesehatan RSU Haji Medan Jalani Vaksinasi Campak

Operasi ini ditinjau langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Mudi, Jumat (28/6/2024).

Budi mengatakan, kerjasama ini merupakan terobosan untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa masyarakat, khususnya anak-anak yang memiliki kelainan jantung bawaan.

Baca Juga : Antisipasi Lonjakan Campak, Pemerintah Perluas Sasaran Vaksinasi hingga Kelompok Dewasa

“Di Indonesia ada sekitar 12.000 anak-anak lahir dengan cacat jantung bawaan. Namun hanya sekitar 6.000 anak yang dapat dioperasi karena keterbatasan dokter spesialis bedah jantung anak,” ujarnya.

Baca Juga : DPR Minta Pajak Alkes dan Obat Diturunkan Agar Biaya Berobat Lebih Murah

Hal ini mengakibatkan sekitar 6.000 anak meninggal setiap tahun karena tidak dapat dioperasi. Karena itu, jelasnya, salah satu upaya pemerintah dengan menyekolahkan dokter menjadi spesialis bedah jantung anak serta bekerjasama dengan Arab Saudi mendatangkan para dokter ahli melakukan operasi jantung di RSUP HAM.

“Saya berterimakasih ke Raja Salman yang diwakili duta besar dan King Salman Humanitarian Aid and Relief Center yang sudah mau mengobati menyembuhkan anak-anak kita sekaligus mengajari dokter-dokter kita untuk bisa bekerja seperti mereka, karena di Medan sebelumnya tidak bisa melakukan operasi jantung anak, harus dikirim ke Jakarta dan antriannya panjang sekali, mereka menunggu dan bisa meninggal,” jelasnya.

Baca Juga : Dukung Piala AFF U19 di Sumut, RS Adam Malik Siagakan Tim Medis dan jadi Rujukan Utama

Untuk itu Budi berharap kerjasama dengan luar negeri ini bisa terus dilakukan untuk menolong masyarakat Indonesia yang membutuhkan dan meningkatkan kemampuan dokter-dokter di Indonesia.

Baca Juga : Tanpa Operasi Pengangkatan Rahim, RS Adam Malik Hadirkan Metode Microwave Ablation Bagi Pasien Mioma

“Kita harap ke depan kita tidak hanya melakukan kerja sama dengan satu negara saja, tapi bisa ke negara lain. Kita mau juga ini dilakukan tak hanya di rumah sakit di Sumut saja, tapi bisa ke daerah lain seperti Sulawesi, Papua dan lainnya,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal bin Abdullah Al-Mudi menyampaikan pihaknya berharap bisa membantu lebih banyak lagi warga Indonesia khususnya anak dengan kelainan jantung.

"Ini jadi strategi Raja Salman untuk bisa menolong banyak anak-anak khususnya di Indonesia. Kita lihat perkembangan dari kerja sama ini dan pasti akan kita lakukan lagi,” ujarnya.

Diketahui, Kerajaan Arab Saudi melalui KSRelief mengirim sebanyak 27 tenaga medis pada program operasi jantung tahap kedua ini. Mereka merupakan dokter konsultan bedah jantung, dokter konsultan jantung anak, dokter konsultan anak intensif, dokter konsultan anestesi jantung, perfusionis, terapis, perawat ahli, dan teknisi medis.

Kegiatan ini sendiri disertai dengan peresmian Modular Operation Theatre (MOT) ini juga dihadiri oleh Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni, Direktur RSUP HAM dr Zainal Safri.

(zie/nusantaraterkini.co)