Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Zulhas Tolak Permintaan HET Beras Premium Naik

Editor :  Annisa
Reporter :  Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, saat meninjau stok dan harga beras di retail modern di Jakarta. (Foto: RepublikMerdeka)

Nusantaraterkini.co - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey meminta relaksasi HET beras untuk pasar ritel. Dia meminta pengusaha ritel dipertemukan dengan produsen bersama pemerintah untuk membahas harga beras premium. Menaggapi hal itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas merespons permintaan pengusaha ritel yang ingin harga eceran tertinggi (HET) beras premium dinaikkan. Ia lantas dengan tegas menolak permintaan itu untuk saat ini.

"Nggak bisa. Belum itu," kata Zulhas di Pasar Bulu, Semarang, Jawa Tengah, dilansir dari Detikcom, Selasa (20/2/2024).

Zulhas ditanya terkait permintaan pengusaha yang ingin HET beras premium naik. Zulhas menekankan bahwa HET beras premium saat ini masih tetap Rp 69.500 per 5 kilogram (kg).

Baca Juga : Beras Takkan Alami Kenaikan Lagi, Mendag: Sudah Turun Rp 3.000 Per Kg

"Enggak, belum ada (pembicaraan HET naik), tetap, HET tetap," tegasnya.

Berdasarkan pantauannya di Pasar Bulu, harga beras premium rata-rata dijual Rp 75.000 per 5 kg hingga Rp 85.000 per 5 kg. Karena mahalnya harga beras premium di pasaran saat inilah yang membuat beras premium langka di ritel modern.

Para pengusahan pun enggan menjualnya lantaran harganya yang mahal. Sekali pun ada, harganya pasti melambung di atas HET.

Baca Juga : Pedangan Ngeluh Sepi Pembeli Saat Zulhas Kunjungan ke Tanah Abang Borong Baju Muslim

"Di pasar-pasar ada beras premiumnya, sementara di ritel modern ada yang jual beras premium, ada yang tidak jual. Yang tidak jual alasannya karena HET-nya Rp 69 ribu sekian, belinya di atas Rp 70 ribu kan nggak mungkin, akhirnya mereka nggak jual beras premium," imbuhnya.

Disebut terjadi penurunan produksi pada periode Januari-Maret 2024 yang menyebabkan mahalnya harga beras di pasaran. Untuk itu, pemerintah mengatasinya dengan menyalurkan beras Stabilitas Pasokan Harga Pangan (SPHP) yang dipasok Bulog seharga Rp 54.000 per 5 kg.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey meminta relaksasi HET beras untuk pasar ritel. Dia meminta pengusaha ritel dipertemukan dengan produsen bersama pemerintah untuk membahas harga beras premium.

Baca Juga : Tinjau Rembuk Tani di Palembang, Zulhas: Stok Pupuk Subsidi Aman dan Harga Gabah Meningkat

(Ann/Nusantaraterkini.co)
Sumber: Detikcom