Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Tinjau Rembuk Tani di Palembang, Zulhas: Stok Pupuk Subsidi Aman dan Harga Gabah Meningkat

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan didampingi Gubernur Sumsel, Herman Deru saat wawancarai usai meninjau kegiatan rembuk tani di Palembang. (Foto: tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan meninjau ketersediaan pupuk bersubsidi serta menghadiri acara Rembuk Tani di Grand Ballroom PT Pusri Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (1/5/2026).

Kunjungan tersebut guna memastikan distribusi pupuk berjalan lancar, sekaligus memantau perkembangan harga gabah padi di tingkat petani.

Baca Juga : Bobby Dampingi Menko Ekonomi dan Menko Pangan Tinjau Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura di Humbahas

Menko Pangan menegaskan, stok pupuk bersubsidi dalam keadaan aman, bahkan saat ini harga pupuk bersubsidi telah dipangkas atau mendapatkan diskon sebesar 20 persen untuk mendukung peningkatan produksi pertanian nasional.

Baca Juga : Kunjungi Pabrik Gula Kwala Madu Langkat, Zulkifli Hasan : Varietas Tebu Diperbaiki, Sudah Usang

"Untuk pupuk alhamdulillah stok lebih dari cukup, bahkan Pusri ekspor ke Australia," ujar Zulhas saat acara Rembuk Tani di Palembang, Jumat (1/5/2026).

Zulhas menjelaskan jika penyederhanaan aturan distribusi telah membuat penyerapan pupuk meningkat dari 6 juta ton menjadi 9 juta ton per tahun, serta memastikan pupuk tersedia sebelum masa tanam dimulai.

Baca Juga : DPR Pertanyakan Impor 1.000 Ton 'Beras Khusus' dari AS, Pemerintah Harus Transparan

Menurutnya, ketepatan waktu distribusi ini telah memberikan dampak nyata berupa kenaikan produksi petani sebesar 8 persen hanya dari faktor peningkatan penggunaan pupuk saja.

Baca Juga : Ketua PP Pemuda Muhammadiyah Dedi Irawan Tepis Tudingan Banjir Aceh, Sumut dan Sumbar Karena Zulkifli Hasan: Berita Hoaks dan Tak Logis

"Karena pupuk aturannya kita potong banyak yang mau kita pangkas, masa pupuk menjadi lancar. Dulu pupuk 6 juta satu tahun sekarang bisa terserap 9juta. Dulu pupuk datang setelah panen, sekarang pupuk datang sebelum tanam, dampaknya produksi petani kita naik 8 persen dari peningkatan pupuk saja," imbuhnya.

Zulhas menyampaikan kabar positif terkait swasembada pangan, di mana Indonesia pada tahun 2025 tercatat telah surplus beras sebesar 4,2 juta ton dan tidak lagi melakukan impor dari Vietnam maupun Thailand.

Baca Juga : DPR Usul Pemerintah Beri ‘Karpet Merah’ bagi Truk Pupuk Subsidi di Sumatera Barat

Keberhasilan ini sebagian besar didukung oleh produksi beras dari wilayah Sumatera Selatan, yang juga dibarengi dengan kenaikan harga gabah yang kini mencapai Rp6.500 per kilogram dibandingkan harga sebelumnya sebesar Rp3.500 per kilogram.

Baca Juga : Bongkar Penyelewangan 10 Ton Pupuk Bersubsidi, Polda Sumsel Amankan Tiga Tersangka dan Satu Truk

"2024 kita impor beras 4,5 juta ton dari Vietnam dan Thailand, tahun 2025 kita tidak impor beras lagi kita surplus 4,2 juta, sebagai banyak dari Sumsel. Dulu harga gabah 3.500 sekarang sudah 6.500," tuturnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, alokasi pupuk bersubsidi di Sumatera Selatan untuk tahun 2026 mencapai 315 ribu ton dengan realisasi per 30 April 2026 sebesar 129 ribu ton.

Secara nasional, stok pupuk saat ini berada pada angka 1,1 juta ton dari total alokasi tahunan sebesar 9,84 juta ton, sementara stok khusus untuk wilayah Sumatera Selatan per Kamis (30/4/2026) tercatat sebanyak 8.100 ton.

(Tia/Nusantaraterkini.co)