Nusantaraterkini.co - Baru-baru ini, Selebgram Karin Novilda alias Awkarin jadi sorotan usai tegas mendukung paslon nomor 2 Prabowo-Gibran.
Awkarin bahkan sempat mengikuti kampanye Gibran Rakabuming Raka di Ambon beberapa waktu lalu.
Baca Juga : GrabMart Meningkat, Pedagang Pasang Promo untuk Tingkatkan Rating Toko
Pilihan Awkarin untuk mendukung Prabowo-Gibran rupanya malah mendapat nyinyiran dari sejumlah netizen.
Baca Juga : Legislator Harap uu pariwisata atasi kebocoran ekonomi nasional
Awkarin pun mencoba menjelaskan soal pilihan politiknya tersebut.
Dilansir dari akun Twitter miliknya @awkarin, ia menjelaskan soal pilihan politiknya tersebut.
Baca Juga : Dispora Sumut Rancang Sport Center Jadi Kawasan Kota Baru Berbasis Bisnis
Kata Awkarin, kontesasi pemilu seharusnya tidak membuat anak bangsa saling berantem karena berbeda pilihan.
Baca Juga : Polda Sumsel Sita 11.443 Ekstasi dan 1,3 Kg Sabu Siap Edar di Palembang Lewat Ekspedisi Resmi
Menurutnya, sangat disayangkan jika diantara kaum muda harus kehilangan teman hanya karena berbeda pilihan saat Pilpres ataupun Pemilu.
"Berpolitik itu gak perlu sampe berantem, guys. Sayang banget kalo cuma karena Pemilu, kita jadi kehilangan temen. Mungkin kamu udah sering denger ini, tapi Pemilu itu cuma lima tahun sekali, sedangkan pertemanan itu (kalo bisa) selamanya," kata Awkarin seperti dikutip, Kamis (11/1).
Baca Juga : Curi Mesin Giling Ikan, Dua Warga Jakabaring Diringkus Jatanras Polda Sumsel
"Ada satu alasan lagi kenapa kita gak boleh berantem kalo berbeda pilihan: Politik itu adalah etalase buat sebuah kebijaksanaan," tambah Awkarin.
Baca Juga : Perbaikan IPAM Deli Tua Rampung, Tirtanadi: Aliran Air Kembali Normal Bertahap
Awkarin menjelaskan bahwa jangan sampai ketika ada orang yang berbeda, kemudian dicap dungu ataupun bodoh.
Karena menurutnya, pilihan politik adalah hasil olah pikir manusia.
Selain itu menurutnya, hidup tidak hanya berdasarkan logika namun juga rasa. Dan dalam hidup selulu ada pendewasaan.
"Ada proses belajar dalam memilih, dan ada proses belajar dalam berpihak.
Dan semua gak bisa cuma berdasarkan logika aja, trus yang berbeda dibilang bodoh atau dungu," ungkap Awkarin.
(Sav/nusantaraterkini.co)
Sumber: Suara.com
