Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dolar Meroket, Warga Medan Ramai-ramai Serbu Money Changer

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Riski Aulia
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi harga dollar naik menjadi Rp.17.602,5. (Foto: Gemini AI)

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat (AS) kian mahal terhadap rupiah. 

Akibatnya, banyak warga mulai ramai-ramai menukarkan mata uang milik mereka. 

Baca Juga : Rupiah Hari Ini Sentuh Rp17.905 per Dolar AS, Pemerintah Pastikan APBN Tetap Aman

Salah satunya di loket penukaran Putra Agung Gemilang (Authorized Money Changer) di Jalan Surabaya, Medan yang dipadati warga, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga : Rupiah Kian Tertekan, Dolar AS Tembus Rp18.000! Simak Kurs Terbaru

Kenaikan harga dolar yang cukup tinggi dalam beberapa waktu terakhir ini mulai mengubah suasana transaksi sehari-hari di tempat penukaran uang asing tersebut.

Usut punya usut, mahalnya harga dolar saat ini terjadi karena banyaknya warga yang mencari dolar di tengah kondisi ekonomi dunia yang sedang tidak menentu.

Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp17.885 per Dolar AS, Geopolitik dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama

Selain itu, suku bunga di Amerika Serikat juga sedang naik. Alhasil, banyak orang lebih memilih menyimpan uang mereka dalam bentuk dolar ketimbang rupiah.

Kondisi ini membuat suasana di loket penukaran menjadi lebih sibuk dari biasanya. Para pekerja di sana harus bergerak cepat mengikuti perubahan harga yang naik-turun.

Para pekerja money changer mengaku harus terus memantau pergerakan harga setiap saat karena perubahan kurs terjadi begitu cepat setiap harinya.

"Kalau dolar lagi naik begini, suasana transaksi di tempat kami otomatis berubah tergantung tren pasar saat itu. Perubahan harga dolar ini langsung kami terapkan hari itu juga. Sekarang ini, warga paling sering menukar uang di dua tempat, yaitu money changer resmi seperti tempat kami ini dan bank devisa karena dinilai lebih aman dan kursnya jelas," kata Fitri kepada Nusantaraterkini.co.

Menurut Fitri, naiknya harga dolar ini berdampak besar buat negara dan masyarakat, terutama bagi para pengusaha yang mengandalkan bahan baku dari luar negeri karena biayanya jadi lebih mahal.

Akibat harga dolar yang bergerak cepat setiap hari, warga pun berbondong-bondong mendatangi kantor penukaran uang untuk berbagai keperluan.

Sementara, Nikita, yang juga bekerja sebagai staf di money changer tersebut, menceritakan bagaimana ramainya situasi di tempat kerjanya belakangan ini.

"Kenaikan dolar ini mulai sangat terasa sejak harganya naik terus akhir-akhir ini. Kami di sini harus langsung mengubah harga jual dan beli dolar setiap hari mengikuti perkembangan kurs. Kondisi ini bikin tempat kami kerja jadi jauh lebih ramai. Ada warga yang buru-buru beli dolar karena takut harganya makin mahal, tapi ada juga yang sengaja jual dolar mereka biar dapat untung dari selisih harganya," jelasnya.

Nikita menambahkan, saat ini banyak pebisnis maupun warga biasa yang rajin mengecek harga dolar. Sebab, kalau dolar naik terus, harga barang dan kebutuhan sehari-hari biasanya ikut naik.

Berdasarkan transaksi yang ia layani, pihak yang paling pusing dengan kenaikan ini adalah pengusaha barang impor, warga yang mau jalan-jalan ke luar negeri, hingga mahasiswa yang kuliah di luar negeri.

Sampai saat ini, aktivitas penukaran uang di lokasi tersebut masih terus berubah-ubah dan sangat tergantung pada perkembangan harga dolar dari jam ke jam.

Para pekerja money changer ini sangat berharap ada perhatian dan langkah nyata dari pihak terkait agar harga dolar bisa segera stabil kembali.

Mereka berharap nilai tukar mata uang bisa kembali normal agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan tenang dan harga-harga kebutuhan tidak semakin mahal.

(cw5/nusantaraterkini.co)