Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Jumat (5/6/2026). Mata uang Garuda bahkan masih bertahan di atas level psikologis Rp18.000 per dolar AS setelah mengalami pelemahan sejak sehari sebelumnya.
Berdasarkan data perdagangan Bloomberg pada pukul 09.05 WIB, rupiah dibuka melemah 18 poin atau sekitar 0,10 persen ke posisi Rp18.067 per dolar AS. Di saat yang sama, indeks dolar AS tercatat menguat tipis 0,01 persen ke level 99,419.
Penguatan mata uang Negeri Paman Sam tersebut turut memengaruhi pergerakan rupiah di pasar domestik. Kondisi ini juga tercermin pada kurs jual beli dolar AS yang ditetapkan sejumlah bank besar nasional seperti BCA, Bank Mandiri, dan BNI.
Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp17.885 per Dolar AS, Geopolitik dan Tarif Trump Jadi Pemicu Utama
Kurs Dolar AS di BCA
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menetapkan kurs e-rate pada pukul 09.10 WIB dengan harga beli dolar AS sebesar Rp18.030 dan harga jual Rp18.055 per dolar AS.
Sementara itu, untuk layanan TT Counter, BCA mematok kurs beli sebesar Rp17.825 dan kurs jual Rp18.100. Nilai yang sama juga berlaku untuk transaksi bank notes, yakni kurs beli Rp17.825 dan kurs jual Rp18.100 per dolar AS.
Baca Juga : Dolar Meroket, Warga Medan Ramai-ramai Serbu Money Changer
Kurs Dolar AS di Bank Mandiri
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada pukul 09.08 WIB menetapkan special rate dengan kurs beli Rp18.050 dan kurs jual Rp18.080 per dolar AS.
Untuk transaksi TT Counter, kurs beli dolar AS berada di level Rp17.830, sedangkan kurs jual tercatat Rp18.130 per dolar AS. Adapun pada layanan bank notes, Bank Mandiri menetapkan kurs beli Rp17.800 dan kurs jual Rp18.100 per dolar AS.
Baca Juga : Rupiah Bertahan di Zona Hijau, Menguat Tipis terhadap Dolar AS di Tengah Penguatan Indeks DXY
Kurs Dolar AS di BNI
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menetapkan special rate dolar AS pada pukul 09.05 WIB dengan kurs beli Rp18.043 dan kurs jual Rp18.063 per dolar AS.
Sementara pada layanan TT Counter, BNI mematok kurs beli sebesar Rp17.965 dan kurs jual Rp18.095. Untuk transaksi bank notes, kurs yang berlaku juga berada pada level Rp17.965 untuk pembelian dan Rp18.095 per dolar AS untuk penjualan.
Baca Juga : Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Menkeu Sebut Pelemahan Dipicu Sentimen Pasar
Rupiah Masih Dibayangi Tekanan Eksternal
Pelemahan rupiah yang kembali menembus level Rp18.000 per dolar AS menunjukkan masih kuatnya tekanan eksternal di pasar keuangan global. Penguatan dolar AS serta meningkatnya ketidakpastian ekonomi dunia menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia.
Pelaku pasar kini menantikan berbagai data ekonomi global dan kebijakan moneter yang berpotensi menentukan arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.
Baca Juga : Rupiah Jebol Rp17.000 per Dolar AS di Awal Pekan, Harga Minyak Dunia Picu Tekanan Global
(Dra/nusantaraterkini.co).
