Nusantaraterkini.co, MEDAN-Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengerahkan personel gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, dan BNN untuk melakukan patroli di sejumlah wilayah yang menjadi pintu masuk peredaran narkoba serta kawasan rawan kenakalan remaja. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan narkotika sekaligus melindungi generasi muda dari berbagai bentuk penyimpangan sosial.
Salah satu daerah yang menjadi sasaran patroli gabungan tersebut adalah Kabupaten Asahan. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sumut Moettaqien Hasrimi mengatakan, sepanjang Januari hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 150 kasus narkoba di wilayah tersebut.
Baca Juga : Sebanyak 1.015 Pelari Ikuti Trail of The Kings UTMB, Mengitari Danau Toba
Secara geografis, Sumatera Utara memiliki posisi yang sangat strategis dengan garis pantai yang panjang. Namun, kondisi tersebut juga menyimpan kerentanan karena kerap dimanfaatkan jaringan sindikat narkoba sebagai jalur masuk penyelundupan.
Baca Juga : Pemprov Sumut Undi 936 Hadiah Gebyar Pajak Triwulan I 2026
“Berdasarkan angka di lapangan menunjukan urgensi yang tidak bisa kita tunda,” kata Moettaqien saat memimpin apel pasukan Patroli Gabungan di Lapangan Apel Kantor Bupati Asahan, Sabtu malam (6/6/2026).
Baca Juga : Soroti Efisiensi Anggaran, Bobby Nasution Tekankan Kualitas Belanja dalam LKPJ 2025
Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut bersama instansi terkait menggelar patroli gabungan yang menyasar sejumlah lokasi, terutama tempat-tempat hiburan malam di Kabupaten Asahan.
Baca Juga : Lantik Empat Pejabat Eselon II, Gubernur Sumut Bobby Nasution Minta Kerja Cepat dan Tepat
Di setiap lokasi yang dikunjungi, personel gabungan melakukan pendataan sekaligus tes urine terhadap para pengunjung. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel yang diuji menunjukkan hasil negatif dan tidak ditemukan pengunjung yang positif menggunakan narkoba.
Selain peredaran narkoba, Moettaqien juga mengingatkan bahwa judi online menjadi persoalan yang harus mendapat perhatian serius. Menurutnya, remaja yang kecanduan judi online berpotensi terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba hingga melakukan tindak kriminal demi memperoleh uang.
Baca Juga : Dispora Sumut Rancang Sport Center Jadi Kawasan Kota Baru Berbasis Bisnis
“Keamanan dan keselamatan generasi muda kita saat ini dipertaruhkan. Karena itu, kepedulian terhadap lingkungan dan pengawasan terhadap anak-anak remaja menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.
Baca Juga : Polda Sumut Gagalkan Penyelundupan 8 PMI Ikegal ke Malaysia, 5 Orang Ditetapkan Tersangka
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan sosial dan masa depan generasi muda.
“Pada seluruh masyarakat lebih peduli pada lingkungan sekitar dan anak anak remaja kita adalah tanggungjawab kita bersama,” kata Moettaqien.
Turut hadir pada kegiatan tersebut Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumut Mulyono.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
- Bobby Nasution
- Gubernur Sumatera Utara
- Sumut
- Kabupaten Asahan
- narkoba
- peredaran narkoba
- patroli gabungan
- Satpol PP Sumut
- Moettaqien Hasrimi
- TNI
- Polri
- BNN
- judi online
- kenakalan remaja
- generasi muda
- Pemprov Sumut
- tes urine
- pemberantasan narkoba
- Kesbangpol Sumut
- Mulyono
- keamanan masyarakat
- Asahan Sumut
