Nusantaraterkini.co, Medan– Para petani bawang di Desa Tongging, Kabupaten Karo, kini tengah menghadapi masa sulit akibat anjloknya harga bawang di pasaran.
Salah satu petani bawang setempat, yang diwawancarai Nusantara Terkini melalui sambungan telepon pada Minggu (3/11/2024), mengungkapkan bahwa harga jual bawang merah saat ini hanya berkisar Rp18.000 per kilogram, yang nyaris tidak menyisakan keuntungan setelah dipotong biaya operasional.
Baca Juga : Warga dan Pedagang di Sibiru-biru Keluhkan Kenaikan Harga Bawang dan Tomat
Menurutnya, harga jual tersebut hanya cukup untuk menutupi ongkos produksi seperti bibit, pupuk, dan perawatan lahan.
Baca Juga : BI Sebut Rupiah Anjlok Gegara Konflik Iran-Israel
"Harga sekarang ini membuat kami kesulitan. Dengan harga Rp18.000 per kilogram, itu hanya cukup buat biaya operasional saja. Tidak ada keuntungan yang bisa kami sisihkan," ujarnya dengan nada pasrah.
Dia mengungkapkan, penurunan harga ini sangat berdampak pada kesejahteraan petani bawang di Tongging, yang sebagian besar mengandalkan hasil panen untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga : Dispora Sumut Rancang Sport Center Jadi Kawasan Kota Baru Berbasis Bisnis
"Biasanya kita masih bisa dapat keuntungan dari penjualan bawang, tapi sekarang sudah tidak ada sisa lagi. Kami hanya berharap ada solusi dari pemerintah untuk membantu stabilkan harga," tambahnya.
Baca Juga : Polda Sumsel Sita 11.443 Ekstasi dan 1,3 Kg Sabu Siap Edar di Palembang Lewat Ekspedisi Resmi
Para petani berharap pemerintah maupun pihak terkait bisa segera mengambil langkah untuk membantu mengatasi masalah ini, baik dengan upaya stabilisasi harga atau bantuan langsung bagi petani agar tidak terus merugi.
(Cw9/Nusantaraterkini.co)
