Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Herman Deru Pastikan Kesiapan Sensus Ekonomi 2026 Terintegrasi di Sumsel: Targetkan Akurasi Data Tanpa Margin Error

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Gubernur Sumsel, Herman Deru didampingi Wakil Gubernur Sumsel dan juga pihak BPS Sumsel saat diwawancarai di Griya Agung, Selasa (15/6/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru menyampaikan kesiapan penuh wilayahnya untuk menghadapi Sensus Ekonomi 2026 terintegrasi yang mencakup 2.887.000 lebih rumah tangga serta melibatkan 7.800 petugas lapangan di seluruh kabupaten/kota.

Deru menyebut jika sensus ini akan mendata secara komprehensif mulai dari jumlah penduduk, pekerjaan, hingga penghasilan guna menghasilkan akurasi data mutlak sebagai dasar pengambilan kebijakan pemerintah.

Baca Juga : Dua Juta Pelaku Usaha di Sumut Akan Disensus, Termasuk Bisnis Online

"Hari ini kita baru saja menyatakan kesiapan untuk menghadapi sensus 2026, sensus yang terintegrasi. Jadi sensus ekonomi 2026, mencakup banyak aspek, jadi komprehensif, mulai dari jumlah penduduk, pekerjaan, pelaku usaha, penghasilan, pengeluaran, ada 41 item tadi yang tergambarkan nanti," ujarnya usai rapat koordinasi bersama seluruh camat se-Sumatera Selatan, Selasa (12/5/2026),

Baca Juga : BPS Sumut Bakal Rekrut 13.000 Petugas Sensus Ekonomi di Sumatera Utara

Deru juga menegaskan perbedaan mendasar antara sensus dan survei, di mana sensus tidak memiliki margin error sehingga akurasi data menjadi harga mati.

Baca Juga : Gubernur Sumsel Siapkan Seleksi Terbuka Guru SLB dan SMAN Hayza Nur Ilmi

Ia meminta para camat untuk terus memonitor dan memfasilitasi pertemuan di lapangan guna memastikan setiap rumah tangga didatangi langsung oleh petugas.

"Sebab ini pemetiknya di rumah tangga, jadi bukan survei ini, tapi sensus. Ada 2.887.000 lebih rumah tangga tadi yang akan kita datangi ke rumah masing-masing. Mudah-mudahan data ini akan menggambarkan secara komprehensif kondisi kita di dalam data," tegasnya.

Baca Juga : Herman Deru Targetkan SLB dan SMAN Hayza Nur Ilmi jadi Sekolah Unggulan di Sumsel

Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, Moh Edy Mahmud mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Provinsi Sumsel dalam membentuk tim terpadu dan meluncurkan kegiatan ini.

Baca Juga : Sumsel Dapat Tambahan 13.000 Kuota Rumah dan Jadi Tuan Rumah Launching Nasional

Pendataan ekonomi yang mencakup skala UMKM hingga perusahaan besar ini direncanakan berlangsung selama empat bulan, mulai dari Mei hingga Agustus 2026.

"Pemerintah provinsi membantu kami penuh karena di tahun ini kita akan melakukan sensus ekonomi. Sebetulnya mulai bulan ini ya, sudah mulai ada kegiatan-kegiatan, dari bulan depan sampai bulan Juli, Agustus selesai. Nanti di bulan Juni yang door to door ke lapangan itu mulai tanggal 15. Jadi petugas akan keliling lagi ke rumah-rumah, ke bangunan-bangunan usaha, kaki lima, yang didatangi," jelasnya.

Baca Juga : Putus Rantai Penularan TBC, Dinkes Sumsel Prioritaskan Skrining pada Keluarga Penderita

Untuk menjamin validitas data, BPS telah menyiapkan mekanisme rekrutmen petugas yang ketat serta pembekalan teknik wawancara (probing) untuk meminimalisir kesalahan informasi dari responden.

Sementara itu, Kepala BPS Sumsel, Moh Wahyu Yulianto menambahkan pihaknya telah mengantisipasi potensi manipulasi data dengan melakukan pendekatan melalui asosiasi pengusaha serta diskusi mendalam untuk memverifikasi kebenaran informasi yang diberikan.

"Kita juga sering melakukan diskusi, ngobrol bareng sama para pengusaha supaya kita juga dapat gambaran persis. Kita berkomunikasi, ngobrol, diskusi. Itu juga jadi bahan bagi kita untuk bisa melihat data yang diberikan oleh mereka itu sebetulnya valid atau tidak. Jadi bagaimana kemudian ada pembanding lain yang kemudian bisa kita lakukan," ucapnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co