Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kasus Penipuan Kerja di Luar Negeri, BP2MI: Dijadikan Scammer Kamboja

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Bagus Kurniawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kasus Penipuan Kerja di Luar Negeri, BP2MI: Dijadikan Scammer Kamboja

Nusantaraterkini.co, Medan - Warga Sumatera Utara Kabupaten Deli Serdang bernama Sonya Pratiwi Sitorus (27) ditipu oleh agen yang menjanjikannya bekerja di luar negeri.

Awalnya agen berjanji kepada Sonya untuk memberikan pekerjaan di Malaysia sebagai karyawan restoran namun ia ditipu, malah menjadi scammer Kamboja.

BACA JUGA: Komisi IX Prioritaskan RUU PPRT Disahkan Jadi UU Tahun Ini

Pengantar Kerja Ahli Muda Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Medan, Sumarni Sinambela mengatakan benar adanya warga Deli Serdang yang melaporkan anaknya sedang berada di Kamboja.

"Benar kita ada menerima pengaduan dari Ibu Juniar, beliau orang tua dari Sonya, korban yang bekerja di Kamboja berawal dari ditawarkannya ia pekerjaan di Malaysia sebagai karyawan restoran namun ia ditipu agen bernama Darwin orang Manado," ucapnya saat ditemui di kantor BP2MI Medan, Rabu (7/5/2025) pukul 11.00 WIB.

Sonya sampai di Kamboja bekerja sebagai Scammer Kamboja bukan karyawan restoran di Malaysia.

"Sampai disana ia disuruh bekerja sebagai scammer atau tukang tipu dan buat banyak akun sebanyak lima akun misalnya untuk melakukan penipuan kepada orang-orang," jelasnya.

Ia tidak bertahan, Sonya melakukan pelaporan kepada pihak kepolisian Kamboja.

"Sonya melakukan pelaporan kepada kepolisian karena tidak tahan di perusahaan tersebut, lalu pihak polisi Kamboja pun menjemputnya, dan hingga saat ini Sonya masih dikantor polisi Kamboja," tuturnya.

Sumarni mengatakan mereka sudah menghubungi pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk melakukan proses kepada korban yang berada di Kamboja.

BACA JUGA: Kloter V, 360 Calon Haji Asal Madina Berangkat ke Asrama Haji Medan

"Kami sudah berkordinasi kepada pihak KBRI, agar mempercepat kepulangan korban yang bekerja di Kamboja tersebut yaitu Sonya, dan kita terus mengabari ibu Juniar perkembangannya," tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun, korban kasus TPPO Kamboja dari bulan Januari hingga Mei tahun 2025 berjumlah 15 orang, dan paling banyak dari Kabupaten Langkat.

(Cw2/Nusantaraterkini.co)