Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Legislator: Sistem Produksi Pangan Indonesia Alami Masalah Carut Marut

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Firman Soebagyo (foto/istimewa)

Nusantaraterkini.co, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo menilai sistem produksi pangan di Indonesia saat ini mengalamai masalah besar alias sedang carut-marut. 

Sementara, Pemerintah telah mencanangkan ]tahun 2028 Indonesia mengalami Swasembada Pangan.

Baca Juga : Diplomasi Parlemen: Strategi DPR RI Menjadi Jembatan Perdamaian di Tengah Gejolak Global

Alasan ia menyebut dunia pangan di dalam negeri mengalami carut-marutnya khususnya soal sistem produksi pangan itu karena masing-masing lembaga yang berjalan sendiri, tanpa ada satu penanggung jawab utama yang mengatur hal tersebut. Firman yang juga legislator dapil Jateng III ingin persoalan ini segera dibenahi.

Baca Juga : Kurniasih Mufidayati: Pendidikan Bukan Sekadar Sistem, Tapi Investasi Masa Depan Bangsa

“Tadi dijelaskan oleh Pak Dirut Bulog bahwa mereka punya planning untuk terlibat dalam produksi pangan, juga PT Pupuk Indonesia dan perusahaan turunannya semua bergerak untuk produksi pangan juga kehutanan. Ini menunjukkan pemerintah tidak siap, tidak punya sistem,” katanya, Senin (18/11/2024).

Bulog bisa melakukan transformasi kelembagaan. Misalnya, kalau terjadi impor, maka bahan itu masuk ke gudang Bulog, dan Bulog bisa menentukan berapa harga yang harus dijual di pasaran.

Baca Juga : Bupati OKI Sebut El Nino Jadi Peluang Emas Optimalkan Rawa Lebak di OKI

“Jadi terkendali. Jadi ada harga atas dan harga bawah. Harga bawah adalah harga keekonomisan supaya petani diuntungkan, harga atas agar konsumen tidak terlampau membeli pangan dengan harga mahal,” tutup politikus Golkar ini.

Baca Juga : Antisipasi El Nino, Pemprov Sumut Salurkan 2.500 unit Pompa Air

(cw1/nusantaraterkini.co)