Nusantaraterkini.co, OKI—Bupati OKI Muchendi menyebut jika fenomena iklim El Nino dan musim kemarau tahun ini menjadi momentum menguntungkan. Salah satunya untuk menggenjot luas tanam di lahan rawa lebak yang selama ini sulit dimanfaatkan karena selalu tergenang air.
"Sekitar 30 persen lahan di OKI merupakan rawa lebak yang selama ini belum optimal dimanfaatkan karena genangan air. Kondisi El Nino dan kemarau justru membuka peluang emas bagi kita untuk meningkatkan luas tanam di lahan rawa lebak tersebut," ujar Muchendi, Kamis (21/5/2026).
Baca Juga : Sebanyak 101 Pekebun Sawit OKI Ikuti Pelatihan Implementasi ISPO yang Digelar BPDP
Muchendi merincikan Kabupaten OKI memiliki Luas Baku Sawah (LBS) mencapai 105.436 hektare, terbesar kedua di Sumsel setelah Kabupaten Banyuasin, yang terdiri dari lahan irigasi, tadah hujan, dan rawa lebak.
Baca Juga : Geledah Kantor KUPP OKI, Kejati Sumsel Sita 17 Bundel Dokumen SPB
Ia menjelaskan jika untuk musim tanam 2025–2026, Kabupaten OKI membidik target luas tanam keseluruhan hingga 158.781 hektare. Hal itu agar dapat menjadi penyokong utama target lumbung pangan provinsi melalui pola tanam yang tersinergi antara kementerian, pemprov, dan pihak terkait.
"Kami terus membutuhkan dukungan dari Pemprov Sumsel serta kontribusi CSR untuk alat pertanian. Kami mengajak semua pihak untuk bergotong royong, bersinergi, dan berkolaborasi," jelasnya.
Baca Juga : Gaji Ke-13 ASN OKI Cair Hari Ini, Bupati Imbau Dahulukan Keperluan Sekolah Anak
Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru menilai, musim menjelang kemarau kali ini harus disikapi sebagai sebuah berkah yang produktif bagi para petani.
Baca Juga : Herman Deru Canangkan Gertam di OKI demi Kejar Target 5 Juta Ton GKG
Langkah strategis gerakan tanam (gertam) ini juga ditujukan untuk memicu semangat kerja sama seluruh wilayah, demi mengejar target produksi 5 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2026 sekaligus mendongkrak produktivitas pangan Sumsel ke peringkat kedua nasional.
"Gerakan ini bukan sekadar seremonial, melainkan episentrum terpupuknya semangat kita bersama. Musim menjelang kemarau ini adalah berkah. Kita berani menanam karena OKI memiliki keunggulan lahan yang luas, subur, dan potensi air yang melimpah berkat aliran Irigasi Komering yang sampai ke sini," katanya.
Baca Juga : Atasi Blankspot, Program Internet Gotong Royong Jangkau 80 Persen Rumah Warga di Desa Balian OKI
Ia menjelaskan jika karakteristik El Nino tahun ini berbeda, sehingga petani dituntut disiplin mengikuti arahan penyuluh terkait tata kelola pupuk, irigasi, dan jaminan harga beli agar kesejahteraan terjaga.
Melalui inisiatif Program Peningkatan Entrepreneur Petani (P2EP), para petani di Sumsel juga didorong untuk memiliki literasi kewirausahaan.
"Saya ingin gerakan ini dilakukan secara serentak di seluruh kabupaten/kota dan diikuti oleh petani lainnya. Kalau bukan sekarang kapan lagi, kalau bukan kita siapa lagi," ucapnya.
Di sisi lain, Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI, Khabib Mahfud menyampaikan dukungan terhadap optimalisasi lahan di OKI ini. Pihaknya menurunkan jajaran TNI melalui Korem 044/Garuda Dempo untuk mengawal ketat dan sebelumnya mendampingi program ketahanan pangan pemerintah, khususnya dalam hal perluasan area tanam baru melalui cetak sawah seluas 400 hektare, lengkap dengan penyaluran benih serta 2 ton pupuk subsidi bagi para petani setempat.
"Saat ini kami telah melakukan identifikasi lahan yang rawan kekeringan, mendistribusikan kebutuhan lahan, serta melakukan monitoring dan evaluasi setiap hari agar program cetak sawah berjalan sesuai rencana," tutupnya.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
