Meski Terlambat, Resolusi Gencatan Senjata di Gaza Sebuah Langkah Maju
Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meloloskan resolusi menuntut gencatan senjata segera di Gaza selama sisa bulan suci Ramadan.
Baca Juga : Komisi X DPR Minta PPDB dan Penerimaan Mahasiswa Baru Lebih Transparan dan Berkeadilan
Menanggapi hal itu, Anggota DPR Fraksi PKB Luqman Hakim mengatakan, gencatan senjata itu adalah sebuah langkah maju, meski sangat terlambat.
Baca Juga : Revisi UU Polri, DPR Dukung Perpanjangan Masa Pensiun hingga 60 Tahun
"Meski sangat terlambat, saya tetap bersyukur atas terbitnya Resolusi DK PBB kemarin. Ini sebuah langkah maju bagi upaya-upaya dunia melalui PBB untuk menghentikan agresi-agresi militer Israel terhadap Palestina," kata Luqman, Jumat (29/3/2024).
Luqman yakin Israel tak akan mematuhi resolusi DK PBB ini. Menurutnya, Israel tak takut karena dibekingi Amerika Serikat (AS).
Baca Juga : Swiss Siap Jadi Tuan Rumah Penandatanganan Damai AS-Iran, Jenewa Masuk Radar Diplomasi Dunia
"Menurut saya, apapun putusan PBB atau DK PBB, tidak akan digubris oleh Israel. Kenapa begitu? Karena selama ini Israel dengan dukungan Amerika, merasa lebih kuat dari PBB dan negara manapun. Apalagi nyaris tidak ada satu pun negara di dunia yang berani mengambil inisiatif pendekatan aksi militer untuk menghentikan penjajahan Israel terhadap Palestina," terang Luqman yang juga Anggota Komisi VIII DPR ini.
Baca Juga : IRGC Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Ancam Respons Jika Beirut Diserang
Dia meminta pemerintah menjadikan resolusi DK PBB sebagai titik pijakan. Terutama dalam memperkuat solidaritas dengan koalisi negara-negara dunia.
Sebelumnya, DK PBB pada Senin (25/3/2024) meloloskan resolusi menuntut gencatan senjata segera di Gaza selama Ramadan. Ini merupakan pertama kalinya forum itu meloloskan resolusi semacam ini, setelah sebelumnya selalu mendapat veto Amerika Serikat.
Baca Juga : Partai Likud Konfirmasi Benjamin Netanyahu Bakal Maju di Pemilu Israel 2026
Washington abstain dan 14 anggota dewan lainnya semuanya mendukung resolusi gencatan senjata dewan keamanan, yang diajukan oleh 10 anggota dewan terpilih yang menyuarakan rasa frustrasi mereka terhadap kebuntuan lebih dari lima bulan antara negara-negara besar.
Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel
(cw1/nusantaraterkini.co)
