Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersiap menerima pasokan minyak mentah asal Rusia dalam waktu dekat. Hal ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan energi nasional di tengah situasi geopolitik global yang tidak menentu.
Rencana ini merupakan bagian dari komitmen impor hingga 150 juta barel minyak dari Rusia yang akan direalisasikan secara bertahap sampai akhir tahun 2026.
Menurut Bahlil, fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat dan sektor industri tetap aman. Ia menegaskan bahwa stabilitas pasokan menjadi prioritas dibandingkan kebijakan lain di sektor energi.
Baca Juga : Prabowo Subianto Pulang dari Rusia-Prancis, RI Dapat Pasokan Minyak
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan stok energi kita aman. Untuk minyak Rusia, dalam waktu dekat akan segera masuk,” ujarnya usai menghadiri acara Himpunan Alumni IPB di Jakarta, dikutip Minggu (3/5/2026).
Meski demikian, Bahlil belum memaparkan secara detail mengenai jumlah pengiriman awal maupun kilang mana yang akan mengolah minyak mentah tersebut di dalam negeri.
Di tengah dinamika global, pemerintah berupaya menjaga pasokan berbagai jenis BBM, mulai dari solar hingga bensin dengan berbagai tingkat oktan, agar kebutuhan nasional tetap terpenuhi.
Baca Juga : Selat Hormuz Masih Ditutup, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 11 Persen dalam Sepekan
Terkait skema impor dan harga, Bahlil menyebut proses tersebut dilakukan melalui mekanisme business to business (B2B). Selain minyak mentah, Indonesia juga membuka peluang untuk mengimpor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari Rusia, meski masih dalam tahap penjajakan.
Ia juga memastikan bahwa kondisi stok LPG nasional saat ini masih dalam posisi aman, bahkan berada di atas batas minimum yang ditetapkan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
Baca Juga : Ketergantungan Impor Minyak Tinggi, DPR Desak Mitigasi Krisis Energi AS-Iran
